Tina Mitra Merek Lokal yang Siap Go International

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tina bersama sang suami, pengrajin asal Jambi pemilik brand Tinamitra (Andira/tablidbintang.com)

    Tina bersama sang suami, pengrajin asal Jambi pemilik brand Tinamitra (Andira/tablidbintang.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa bilang tas kulit reptil hanya milik brand mewah internasional saja. Pengrajin lokal asal Indonesia ternyata juga mampu memproduksi tas sejenis. Salah satu pengrajin lokal yang aktif memproduksi tas kulit reptil adalah Tina Sofa.

    Bersama sang suami, pengrajin asal Jambi ini mendirikan brand Tinamitra sejak sembilan tahun lalu. Brand ini khusus menjual aneka ragam tas, sepatu, dan aksesoris dari kulit reptil. "Kita memulai bisnis ini iseng saja sebetulnya. Kita coba bisnis kulit reptil lalu saya lama kelamaan berpikir, 'kenapa nggak dibuat bahan jadi aja? Awal mulanya dari situ," tutur Tina ketika ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta beberapa waktu lalu.

    Awalnya Tina tidak terlalu mengerti soal fashion. Namun, ia tidak patah semangat. Tina berusaha untuk memperhatikan tren yang berkembang dan mengaplikasikannya dalam produk. "Proses dari awal pembuatan hingga akhir penjualan itu semua di tangan kita. Kita membuatnya semua masih manual. Kita produksi kulit sendiri," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

     


    A post shared by Tina Mitra Reptile (@tinamitracatalog) on Apr 20, 2017 at 12:40am PDT




    Tinamitra fokus membuat produk dari kulit reptil seperti biawak dan ular. Proses pembuatan sebuah tas umumnya memakan waktu 2 minggu hingga 1 bulan. "Kami bisa menggunakan 4 ular untuk ukuran kulit 2.5 meter. Semakin besar ularnya, semakin mahal harganya," ujar Tina sambil menyebut piton dan sanca sebagai ular termahal.

    Ular yang dipakai untuk produksi Tinamitra dijamin aman karena tidak berbisa. Selain itu, Tina juga memastikan jika produksinya sesuai dengan peraturan hukum. "Saya pakai kulit binatang yang memang sudah ada izin semua. Kita mendapat izin dari Pihak Kehutanan lalu ada surat izin lengkap. Kami punya kuota tangkap setahun," ujar Tina.




    Kini, ragam tas, sepatu, dan aksesoris kulit reptil sudah dipasarkan di Indonesia dan luar negeri. Kisaran harganya sekitar Rp. 1.000.000 - Rp. 5.000.000. Produk ini kerap dibeli oleh jajaran pejabat hingga selebriti. Tina berharap usahanya bisa terus sukses dan memotivasi pengrajin lokal lain untuk berkarya. Bahkan ia tidak takut kalah saing dengan brand luar negeri. "Kalau saya nggak takut tersaingi, saya malah termotivasi. Kita lihat trend lalu ikuti saja. Saya justru semakin semangat dan lebih kreatif membuat produk," ujarnya.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Nuansa Yunani Kuno dalam Koleksi Cruise 2018 Chanel
    Mengintip Koleksi Gaun Malam Desainer APPMI
    Seksinya Celine Dion di Met Gala 2017


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.