Cari Resep Baru dan Belanja Online? Tunggu Ramadan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memainkan atau memegang handphone atau ponsel. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memainkan atau memegang handphone atau ponsel. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Google merilis data terbaru terkait penggunaan internet oleh konsumen Indonesia selama Ramadhan. Data menunjukkan bahwa waktu nonton di YouTube pada Ramadan 2016 meningkat lima kali lipat dan volume pencarian di Google meningkat dua kali lipat dibanding bulan lainnya.

    Analis Industri di Google Indonesia, Ariani Dwijayanti, mengatakan para pengiklan perlu memahami bahwa terdapat perbedaan dalam perilaku konsumen selama bulan Ramadan. Di sepanjang momen bulan puasa, terdapat enam minggu yang masing-masing menampilkan ciri yang berbeda-beda dan karena itu sebuah produk harus dapat membangun pesan yang relevan untuk setiap periode tersebut.

    “Google membuat highlight untuk pengiklan, yaitu get mobilised, annual peak, dan be relevan,” ujar Ariani.

    Ariani memaparkan sangat penting pengiklan hadir secara digital di mana konsumen menghabiskan waktunya secara daring lewat ponsel. Selain itu, Ramadan menjadi kesempatan emas, pelaku bisnis harus memastikan strategi dan promosi khusus karena permintaan tinggi.

    ADVERTISEMENT

    Kemudian, perilaku konsumen berubah ketika Ramadan, pengiklan dan pelaku pasar harus relevan untuk mendapat kesempatan lebih tinggi menggaet perhatian konsumen karena masyarakat indonesia dibombardir dengan promosi dan sedang memiliki daya beli tinggi.

    Adapun dari hasil riset Google, Al Quran menjadi kata yang paling banyak dicari selama bulan puasa, meningkat 800 persen pada 2016. Hal ini berbeda dari 2015 di mana "tiket kereta api" adalah kata yang paling banyak dicari selama bulan puasa. Pada 2016 “Al Quran” adalah yang paling banyak dicari pengguna, dengan volume pencarian yang meningkat hingga sembilan kali lipat.

    Bagi sebagian besar orang Indonesia, Ramadan adalah momen untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama teman dan keluarga. Penggunaan ponsel pun tercatat kian tinggi, baik untuk mencari resep masakan maupun untuk membeli berbagai barang menjelang Lebaran.

    Google melakukan riset tentang aktivitas para pengguna YouTube dan Google selama Ramadan 2016 guna mencari tahu hal-hal yang dicari oleh konsumen di internet sepanjang bulan suci ini dan apa implikasinya bagi para pelaku pasar di 2017. Berdasarkan perilaku konsumen yang diamati pada 2016, orang Indonesia selama bulan Ramadhan 2017 diprediksi akan menggunakan ponsel untuk mencari informasi mengenai beberapa tema.

    Pertama, cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Penelusuran untuk “Ramadan dan Puasa” meningkat 3 persen, "Agama dan Ibadah" meningkat 75 persen, dan "Berbuat Baik" meningkat 13 persen dari tahun ke tahun.

    Kedua, cara untuk menjadi cantik luar dalam, penelusuran seputar cara mempercantik penampilan, dan memperoleh ketenangan hati meningkat 31 persen dari tahun ke tahun. Penelusuran tentang kesehatan dan kebugaran meningkat 21 persen dari tahun ke tahun.

    Ketiga, ragam resep dan kuliner. Penelusuran momen-momen khusus Ramadan, seperti "Sahur on the road" dan “Pasar Ramadhan” meningkat 16 kali lipat.

    Keempat, diskon menarik. Pencarian promo di bulan puasa mencatat angka tertinggi dibanding bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, para pengiklan harus mencari cara untuk memastikan penawaran mereka dapat menonjol.

    Terakhir, tiket kereta, bus dan pesawat, terutama untuk yang akan mudik dan liburan. Pencarian tiket kereta api dicari paling awal tiga bulan sebelum Idul Fitri lalu sekitar satu bulan kemudian pencarian tiket bis dan pesawat meningkat pesat.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Chicco Jerikho dan Kebugaran, Apa Rahasianya?
    Serum Kulit Perlukah? Bagaimana Memilihnya?
    7 Jurus Menghadapi Pasangan yang Membosankan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.