Waspadai Anak Obesitas karena Dampaknya sampai Dewasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Nikola Solic

    REUTERS/Nikola Solic

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah obesitas pada anak harus segera ditangani karena dapat memberi dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam aspek organik dan psikososial. Obesitas pada anak juga berisiko tinggi menjadi obesitas pada masa dewasa.

    Dokter spesialis anak dari RS OMNI Alam Sutera, Marylin C. Malonda, mengatakan penanganan obesitas pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain penanganan perilaku berbasis keluarga dalam hal makan, mengurangi lemak dan diet, modifikasi gaya hidup, latihan atau aktivitas fisik, konsumsi obat yang diresepkan oleh dokter, dan yang terakhir adalah operasi atau pembedahan pada kasus obesitas yang ekstrem.

    “Tindakan operasi atau pembedahan hanya akan disarankan jika pengobatan lain gagal dan jika anak telah melalui pubertas atau jika dia sangat gemuk dan memiliki masalah kesehatan lain,” ujarnya.

    Marylin menuturkan operasi atau pembedahan harus dimulai dengan terlebih dahulu mempelajari riwayat kesehatan anak. Terapi pembedahan ini dalam dunia medis dikenal sebagai bedah bariatrik, yang dilakukan dengan operasi pengecilan dan bypass lambung yang bertujuan untuk menurunkan berat badan untuk mengatasi obesitas.

    ADVERTISEMENT

    Di negara maju, bedah bariatrik sudah umum dilaksanakan karena terbukti efektif menurunkan berat badan dan dapat bertahan dalam jangka panjang.

    Obesitas di Indonesia memang sudah menjadi permasalahan yang serius dengan tingkat obesitas di urutan ke-10 dunia. Komplikasi penyakit akibat obesitas di antaranya adalah jantung, diabetes melitus, dislipidemia, gangguan pernapasan pada saat tidur, kanker, dan penyakit kardiovaskular utama lain.

    Apabila tidak mendapatkan intervensi atau penanganan medis yang tepat, maka obesitas dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit di atas, bahkan kematian. Saat ini obesitas juga telah melanda anak sejak usia dini di Indonesia. Riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan sebanyak 18,8 persen anak usia 5–12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 10,8 persen menderita obesitas.

    BISNIS

    Artikel lain:
    4 Alasan Mengapa Produk Organik Lebih Mahal
    5 Langkah Cerdas Agar Makeup Tak Menyita Waktu
    Pelajari Racun Laba-laba Malah Temukan Obat Stroke Masa Depan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.