Bedakan Eau de Perfume, Eau de Toilette, dan Eau de Cologne

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Parfum. aliexpress.com

    Ilustrasi Parfum. aliexpress.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beragam jenis wewangian yang ada di pasaran. Selain memilih jenis keharuman yang kita sukai, ada beberapa tipe wewangian yang mesti diketahui sebelum membeli. Dalam urusan wewangian, kita kerap menemukan tulisan Eau de Perfume, Eau de Toilette, dan Eau de Cologne pada kemasannya. Apa perbedaan diantara ketiga tipe wewangian itu?

    Product Specialist Oriflame Indonesia, Tussy Inggriani menjelaskan yang membedakan ketiganya adalah kadar essential oil yang terkandung di dalamnya. "Ini menentukan aroma dan ketahanan wangi yang dihasilkan," kata Tussy kepada Tempo.

    Eau de Perfume memiliki konsentrasi 10-20 persen perfume essence didalamnya. Aroma eau de perfume cukup kuat dan tahan di tubuh karena konsentrasi yang cukup tinggi, sehingga dapat menemani aktifitas seharian.

    Eau de Toilette memiliki konsetrasi 4-18 persen perfume essence. Karena konsentrasi yang lebih ringan, eau de toilette tidak berminyak dan dapat disemprotkan merata ke tubuh. Konsentrasi yang lebih rendah dari eau de perfume memang berpengaruh terhadap ketahanan wanginya. Namun penggunaan eau de toilette di area yang tepat dapat mempertahankan wangi serta kesegarannya.

    ADVERTISEMENT

    Adapun Eau de Cologne adalah versi paling ringan dari wewangian yang memiliki konsentrasi perfume essence sebanyak 2-5persen. Lantaran memiliki kadar alkohol yang tinggi, eau de cologne dapat bertahan 2-3 jam saja dan perlu diaplikasikan beberapa kali. Meski begitu, eau de cologne cocok untuk mempertahankan kesegaran aroma tubuh.

    RINI K

    Berita lainnya:
    10 Fakta Kesehatan yang Aneh tapi Nyata
    5 Etika Mengundurkan Diri dari Pekerjaan
    Belajar Kolaborasi Suami Istri dari Emmanuel Macron dan Brigitte


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.