Waspadai 8 Masalah Kesehatan Akibat Konsumsi Garam Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi garam. Dok. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Ilustrasi garam. Dok. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Jakarta - Tubuh memang membutuhkan garam, tapi jumlahnya tidak banyak. Pasalnya, tubuh membutuhkan yodium yang terdapat pada garam.

    Yang sering terjadi adlaah kita mengkonsumsi garam berlebihan. Garam tersebut tak hanya dalam bentuk garam di meja makan tapi bisa juga berasal dari berbagai makanan yang mengandung garam, misalnya keripik kentang, gorengan, sayur, ikan, daging, dan makanan ringan lainnya yang terasa gurih di lidah.

    Konsumsi garam berlebih dapat membahayakan kesehatan. Asupan harian garam yang direkomendasikan adalah 2.300 miligram (mg) per hari. Mengkonsumsi garam di atas jumlah itu  meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

    Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa asupan garam terlalu banyak selalu dikaitkan dengan berbagai penyakit, terutama tekanan darah tinggi. Faktanya adalah bahwa efek dari kelebihan asupan garam tidak akan ditampilkan secara tiba-tiba.

    ADVERTISEMENT

    Seperti pembunuh tersembunyi yang bertindak sangat lambat, efek samping utama dari asupan garam yang tinggi adalah karena kandungan natrium yang tinggi. Kondisi kadar natrium meningkat dalam darah disebut hipernatremia.

    Ada juga pilihan garam untuk dikonsumsi, seperti garam bernatrium rendah untuk  mereka yang terlalu banyak natrium. Berikut delapan efek negatif dari konsumsi garam berlebih:

    1. Hipertensi
     Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah efek samping yang paling umum dari konsumsi terlalu banyak garam. Ketika natrium meningkat dalam darah, volume darah juga akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan menyebabkan komplikasi kronis lain.

    2. Retensi cairan
    Retensi cairan adalah suatu kondisi di mana kelebihan cairan terakumulasi dalam tubuh. Asupan garam yang meningkat adalah salah satu alasan utama terjadinya resistensi cairan di tubuh. Hal ini ditandai dengan pembengkakan di tangan dan pergelangan kaki. Minum banyak air dan juga kurangi garam.

    3. Penyakit kardiovaskular
     Kelebihan asupan garam akan menyebabkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan stroke.

    4. Dehidrasi
    Jika tubuh tidak memiliki cukup air, maka kita akan mengalami dehidrasi karena lebih banyak air ditarik keluar dari sel untuk menyeimbangkan asupan natrium berlebih.Tanda-tandanya adalah rasa haus yang ekstrem, mual, pusing, kram perut, muntah, dan diare

    5. Gastroenteritis
    Kelebihan garam dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan perut. Hal ini meningkatkan kemungkinan mendapatkan infeksi helikobaktor pylori, biasanya terjadi ketika tubuh terus-menerus terpapar kadar garam yang tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan dan tumor.

    6. Masalah ginjal
    Konsumsi garam berlebih bisa berdampak apda kesehatan ginjal. Ketika ada kelebihan garam, maka akan mengurangi fungsi ginjal dan mengurangi air sehingga tekanan darah lebih tinggi. Paparan kelebihan garam dalam waktu lama akan menimbulkan penyakit kronis.

    7. Osteoporosis
    Kadar natrium meningkat mengakibatkan hilangnya kalsium dari tubuh. Hal ini akan menyebabkan pengeroposan tulang, yang dikenal sebagai osteoporosis. Pada wanita menopause, kondisi ini adalah salah satu efek kesehatan yang serius dari asupan garam berlebih.

    8. Stroke
    Stroke terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terputus. Hal ini akan mengurangi aliran oksigen dan mengakibatkan kematian sel. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling tinggi terhadap stroke dan asupan garam berlebih berkontribusi secara tidak langsung.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Kontroversi Soal Selaput Dara Buatan
    Rahasia Kayu Manis untuk Kesehatan dan Kecantikan 
    Hari Kartini, Bagaimana Para Wanita Dulu Berolahraga?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.