Uniknya Seni Buih Tiga Dimensi di Secangkir Kopi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu menu Mokka Coffee Cabana. TEMPO/Aisha

    Salah satu menu Mokka Coffee Cabana. TEMPO/Aisha

    TEMPO.CO, Jakarta - Sesosok kucing yang terbuat dari buih susu mengambang di atas secangkir cappuccino. Kedua tangan kucing menempel di bibir cangkir, seolah-olah sedang berpegangan. Teknik menciptakan kucing buih tiga dimensi di atas segelas kopi yang dikenal dengan istilah 3D art latte ini adalah keunikan dari menu Catpuccino di kafe Mokka Coffee Cabana.

    Seni latte, yang biasanya hanya menampilkan ornamen dua dimensi dan berbentuk gambar bunga atau lambang cinta, sekarang berkembang menjadi seni tiga dimensi. Efeknya, hiasan kopi terlihat lebih hidup. "Menu ini sudah ada sejak Mokka berdiri pada 2013," ujar Vendi Susanto, 29 tahun, penyelia Mokka Coffee Cabana, Bintaro, Tangerang.

    Buih susu berbentuk kucing dengan beberapa detail seperti kuping, mata, hidung, dan jemari di tangan serta kaki diberi pasta cokelat. Bentuknya terlihat tak begitu padat. Dalam hitungan menit, si kucing yang berenang kian menyusut. Setiap kali diseruput, ia menciut. Catpuccino, menurut Vendi, merupakan sajian kopi yang kerap dipesan pengunjung wanita. "Mungkin karena bentuknya lucu."

    Secangkir kecil Catpuccino di Mokka Coffe dibanderol Rp 39 ribu. Espresso yang menjadi bahan dasarnya menggunakan campuran robusta dan arabika. Hasilnya? Komposisi kopi dan susu cukup pas, meski rasa pahit masih mendominasi. Menu ini, ujar Vendi, dipastikan ada di semua gerai Mokka Coffee Cabana yang tersebar di Jakarta dan Surabaya.

    ADVERTISEMENT

    Lain kafe, lain pula kucing tiga dimensi yang ditampilkan. Di kafe Ninotchka di Kalideres, Jakarta Barat, sesosok kucing yang jauh lebih tambun telentang di atas lautan kopi. Tubuhnya bergoyang-goyang tatkala gelas transparan itu sedikit diguncang.

    Lucu sekali melihat si kucing. Saking imutnya, tak tega meneguk kopi ini. Untungnya, buih susu yang menghiasi gelas kopi punya ketebalan 2-3 sentimeter, sehingga bisa bertahan cukup lama untuk dipandang sampai puas. Buihnya pun terasa lebih berisi. Jadi, saat kopi diteguk dari tepi, buih tidak begitu terusik. Malah buih masih bisa bertahan hingga tetesan terakhir kopi.

    Soal rasa, paduan yang pas antara kopi dan susu. Tak ada rasa pahit atau asam yang mendominasi. Buih yang menghias kopi tak punya rasa, hanya ada secuil rasa manis pada detail gambar wajah dan jemari si kucing.

    Konsep penyajian seni latte tiga dimensi tak cuma tersaji di atas gelas kopi. Ninotchka juga menyediakan beberapa jenis minuman yang bisa disajikan dengan hiasan latte tiga dimensi. Di antaranya Nutella Latte, Green Tea Latte, Hot Chocolate, Vanilla Cookie Latte, dan Babycinno. Harganya Rp 15-30 ribu per porsi.

    Menu ini, menurut Astrid, salah seorang pembeli cappuccino tiga dimensi, bisa menjadi alternatif bagi penyuka minuman manis. "Untuk orang-orang yang suka manis dan pesan cappuccino, harus rela tidak menambah gula biar seni tiga dimensinya tak hancur," katanya.

    General Manager Ninotchka Coffee Shop, Roy Leonard mengatakan seni melukis tiga dimensi di atas buih kopi berasal dari Jepang. Barista Kazuki Yamamoto disebut sebagai salah seorang pencetusnya. Karya seni buih kopi tiga dimensi Kazuki tak cuma berupa kucing. Ia mengeksplorasi banyak jenis hewan dan tokoh animasi, juga salah satu lukisan Salvador Dali yang terkenal.


    AISHA SHAIDRA

    Berita lainnya:

    Sebab Berat Badan Anak Sulit Naik

    Alleira Luncurkan Kebaya Batik Edisi Hari Kartini

    Bantu Bayi Keluarkan Gas yang Terperangkap di Perutnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.