Kefir, Manfaatnya dari Anti Tumor sampai Obesitas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kefir. Shutterstock

    Ilustrasi kefir. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Kefir adalah produk susu fermentasi yang berasal dari Pegunungan Kaukasus di Eropa Timur. Kefir cukup populer Eropa Timur, Rusia dan Asia Barat Daya. Minuman olahan ini berasal dari biji-bijian kefir.

    "Ini bukan biji-bijian dalam arti konvensional, tetapi olahan ragi dan bakteri asam laktat yang penampilannya menyerupai kembang kol," kata Jennifer Fitzgibbon, seorang ahli diet onkologi di Stony Brook University Cancer Center.

    Kata kefir berasal dari kata Turki "Keyif." Kata aslinya berarti "merasa baik" setelah dikonsumsi. Minuman olahan dibuat menggunakan basis susu hewani, susu kedelai, susu kelapa, jus buah, serta gula dan larutan molase. Biji kefir dimasukkan kemudian difermentasi. Biji tersebut disaring sebelum minuman dikemas. Produk yang dihasilkan rasanya seperti yoghurt cair dan memiliki banyak manfaat kesehatan.

    Salah satu alasan yang paling populer untuk mengkonsumsi kefir adalah karena mengandung probiotik dan prebiotik. "Kefir mengandung sekitar 30 mikroorganisme yang berbeda, sehingga menjadi sumber probiotik yang jauh lebih kuat dibandingkan produk susu fermentasi lainnya," kata Fitzgibbon.

    Probiotik adalah mikroorganisme yang dapat membantu pencernaan dan dapat menawarkan perlindungan dari bakteri berbahaya, menurut Mayo Clinic. Sedangkan prebiotik adalah karbohidrat yang menggunakan probiotik sebagai bahan bakar. Kefir memiliki keduanya, serta mengandung kalsium, protein dan vitamin B.

    Ada banyak penelitian tentang bagaimana kefir dapat bermanfaat bagi kesehatan. Sebagai contoh, para peneliti di Brazil menemukan bahwa gel topikal yang terbuat dari kefir dapat membantu menyembuhkan luka lebih cepat pada tikus. Sementara peneliti di University of Bucharest menemukan bahwa kefit memiliki sifat antibakteri.

    Studi lain oleh para peneliti di Turki menemukan bahwa mengkonsumsi kefir dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Para peneliti di Jepang percaya bahwa minuman ini kemungkinan memiliki sifat antitumor.

    "Sebuah penelitian terbaru pada hewan ditemukan bahwa probiotik susu fermentasi ini menurunkan peradangan, penanda pra-diabetes dan obesitas," kata Dr Jennifer Jackson, seorang internis dari Ascension Via Christi Kesehatan.

    Meskipun terbuat dari jenis ragi, kefir juga dapat melawan ragi berbahaya. "Kefir, terutama kefir buatan sendiri, dapat menjadi alat yang hebat untuk melawan ragi yang berlebihan dalam sistem," Dr Vincent Pedre, seorang internis di New York City.

    Mereka yang mengalami kesulitan mencerna susu juga dapat terbantu dengan minum kefir. "Bakteri asam laktat dicerna terlebih dulu oleh laktosa dalam kefir. Orang-orang dengan intoleransi laktosa dapat sering makan kefir tanpa masalah," kata Fitzgibbon.

    LIVESCIENCE | NIA PRATIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.