Ibu yang Menunda Kehamilan Lebih Baik dalam Mendidik Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak berdandan dengan ibunya. Shutterstock

    Ilustrasi anak berdandan dengan ibunya. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi seorang ibu yang bertugas mendidik dan membesarkan anak bukanlah pekerjaan mudah. Perlu bekal yang cukup -baik fisik maupun emosional, agar sabar dan dapat mengarahkan anak.

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Developmental Psychology menunjukkan manfaat perempuan memiliki anak pada usia yang tergolong dewasa. Para peneliti dari Aarhus University Norwegia ini melakukan penelitian yang melibatkan 4.741 ibu di Denmark yang memiliki anak berumur 7, 11 dan 15 tahun.

    Dari riset itu diketahui perempuan yang menjadi ibu di usia matang, lebih dewasa dalam menghadapi polah anak mereka. "Wanita yang memiliki anak di usia dewasa tidak mengalami masalah perilaku dengan anak-anak mereka yang berusia 7 tahun dan 11 tahun," kata penulis pendamping penelitian ini, Dion Sommer, seperti dilansir Science Daily.

    Perempuan yang berstatus ibu di usia dewasa, menurut Sommer, juga tidak menegakkan disiplin secara fisik dan menganggap belum efektif memaksakan batasan untuk balita. Mereka yang berusia cukup saat memiliki anak, Sommer melanjutkan, sebagian besar menunda kehamilan setelah menikah.

    ADVERTISEMENT

    Para ibu matang dalam penelitian ini juga sedikit mengalami konflik emosional dengan anak berusia 15 tahun. Penelitian di Denmark ini menyimpulkan kedewasaan seorang ibu menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan mereka sebagai orang tua.

    "Kita tahu secara mental orang menyesuaikan dengan usia lebih toleran terhadap orang lain, dan dapat menjaga emosional diri," kata Sommer. "Gaya pengasuhan mempengaruhi lingkungan psikososial yang positif dalam pendidikan anak-anak." Kematangan seorang ibu dimulai pada usia 35 tahun ke atas. Meski umumnya usia ini dianggap sebagai masa berisiko tinggi untuk kehamilan.

    Selain kematangan emosional, Sommer menjelaskan, perempuan di usia tersebut sudah memasuki masa kestabilan kondisi keuangan dan hubungan dengan diri sendiri serta pasangannya. "Sehingga, dia bisa lebih fokus membesarkan buah hatinya," ujarnya.

    PARENTHERALD | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:

    Mendeteksi Kesiapan Anak Belajar Membaca

    Gaji Besar Plus-plus, Hooters Girl: Saya Beruntung
    Kim Kardashian Ngotot Punya Anak Ketiga, Operasi Lagi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...