Mendeteksi Kesiapan Anak Belajar Membaca  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi membaca buku. jrichardgentry.com

    Ilustrasi bayi membaca buku. jrichardgentry.com

    TEMPO.COJakarta - Apakah anak Anda tertarik pada bentuk huruf? Lantas dia mengambil dan membuka buku, koran, atau majalah kemudian berlagak membaca?

    Mungkin juga jemari anak Anda senang memegang pensil atau pena dan dia mendengarkan dengan penuh perhatian selama didongengkan? Jika jawabannya ya, mungkin buah hati sudah siap belajar membaca. 

    Kalaupun belum siap, jangan paksakan atau menjejali anak dengan bacaan. Beri dia waktu untuk mengembangkan kemampuan bahasa, persepsi visual, dan memori sebelum mulai belajar membaca secara formal.

    Biasanya anak usia 4 tahun sudah memperlihatkan ketertarikannya belajar membaca dan mulai mengenali kata-kata tertentu. Namun jangan menyuruh anak melakukannya. 

    ADVERTISEMENT

    Jangan khawatir jika kemampuan membaca anak tertinggal dari teman-temannya. Sebab, faktor penting yang menentukan kemampuan siswa di sekolah bukan dari dorongan orang tua sejak dini, melainkan antusiasme anak itu sendiri untuk belajar. 

    Semangat ini tidak dapat dipaksakan pada anak dengan mengajarkan membaca di usia 4 tahun. Bahkan pembelajaran yang terlalu dini dapat mengganggu antusiasme alami anak. Hal ini memaksa anak berkonsentrasi pada tugas-tugas yang dia belum siap.

    Biarkan anak mengatur kecepatan belajarnya sendiri dan melakukan apa yang ia senangi. Jangan membombardir anak dengan huruf, angka, warna, bentuk, atau kata-kata, tapi doronglah rasa ingin tahu dan minat anak agar ia dapat mengeksplorasi sendiri. Bacakan buku yang ia senangi, tapi tidak menyuruhnya mempelajari kata-kata. Bermain sambil belajar yang tidak membuatnya merasa terbebani.

    Jika anak sudah siap belajar membaca, ada banyak fasilitas yang dapat mendukung anak belajar membaca, seperti program pendidikan di televisi, game, dan lagu. Apabila anak menonton tayangan pendidikan, dampingi mereka dan ceritakan isi program tersebut. Begitu juga saat bermain dengan program komputer, pastikan itu sesuai dengan kemampuannya. 

    HEALTHTY CHILDREN | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Menjajal Saus Heboh di Hooters Jakarta
    Es Krim dan Cokelat Memang Enak, tapi Awas Migrain
    Jaga Kesehatan, Jessica Iskandar Berlatih Yoga dan Muay Thai



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.