Risiko Terlalu Dini dan Telat Beri Makanan Pendamping ASI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi makan/menyuapi bayi. Shutterstock

    Ilustrasi bayi makan/menyuapi bayi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Budi Setiabudiawan mengatakan orang tua tidak boleh lebih dari 6 bulan saat memberikan makanan pendamping ASI (MPASI), karena berpotensi memicu alergi pada anak.

    "Makanan padat diberikan pada bayi saat berumur enam bulan, kalau lewat maka tubuhnya akan telat beradaptasi dengan makanan tersebut sehingga dapat memicu alergi," kata Budi di Jakarta, Rabu, 5 April 2017. Tak hanya itu, MPASI juga tidak boleh diberikan kepada bayi sebelum berusia 6 bulan karena sistem pencernaan bayi belum matang, sehingga makanan yang masuk tidak dapat dicerna dengan baik.

    Budi menjelaskan, untuk mencegah alergi pada bayi, maka ibu harus memberikan asupan ASI yang cukup. Selama memberikan ASI tidak ada pantangan makanan untuk ibu menyusui kecuali makanan yang membuat ibu atau bayi alergi.

    Alergi bisa disebabkan oleh makanan dan lingkungan. Untuk itu, dia menyarankan orang tua mengenali tanda-tanda alergi seperti gatal pada kulit, hingga gangguan saluran pencernaan. Setelah itu orang tua sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui sebab alergi tersebut, apakah karena makanan atau lingkungan.

    ADVERTISEMENT

    Jika ibu atau ayah mempunyai alergi, maka kemungkinan 30 persen anak tersebut juga mengalami alergi. Dan jika kedua orang tua memiliki alergi, maka anak 60 persen berpotensi alergi juga. "Alergi pada anak akan berkurang seiring bertambahnya usia," kata Budi.

    BISNIS

    Berita lainnya:

    10 Alasan Kita Mesti Makan Tomat 
    Waspadai Jika Si Kecil Alergi Susu Sapi


    Besok, Coba Buat Sarapan Sehat, Mudah, Cepat


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.