Cara Merawat Pakaian Dalam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lingerie. shutterstock.com

    Ilustrasi lingerie. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Anda yang menjalankan gaya hidup sehat, selain harus berolahraga secara rutin dan menjaga pola konsumsi, harus peduli terhadap pakaian dalam yang dikenakan sehari-hari. Jangan sampai hanya memilih pakaian dalam yang sekadar nyaman atau indah, tapi membahayakan kesehatan pemakainya.

    Dokter ahli penyakit dalam di New York, Keri Peterson mengatakan ada kaitan antara ukuran pakaian dalam yang pas dan kesehatan organ vital. Dikutip dari Livestrong, situs penyedia informasi kesehatan, Peterson mengungkapkan berbagai penyakit yang menghantui perempuan penggemar celana dalam ketat.

    Selain ukuran, jenis celana dalam yang digunakan harus mendapat perhatian. Fashion blogger Nuniek Tirta Sari menuturkan perempuan memiliki banyak jenis celana dalam untuk menunjang penampilan. Tapi perempuan terkadang merasa tidak nyaman kalau pakaian dalamnya terlihat ketika menggunakan busana ketat.

    Berikut cara merawat pakaian dalam:
    - Pakaian dalam sebaiknya dicuci dengan menggunakan tangan, bukan mesin cuci.
    - Rendam pakaian dalam dengan air hangat bersuhu 60 derajat.
    - Gunakan detergen secukupnya, jangan berlebih. Bilas hingga betul-betul tak menyisakan detergen.
    - Pakaian harus kering sempurna supaya tidak membuat kulit iritasi.
    - Jangan menyetrika pakaian dalam.

    ADVERTISEMENT

    Bahan yang harus dihindari dalam memilih pakaia dalam yaitu nilon, lycra, acrylic, rayon, acetate, dan triacetate.

    DINI PRAMITA


    Berita lainnya:
    Ketahui Masa Pakai Bantal dan Guling
    Kenali 7 Ciri Manipulator Cinta dari Tutur Katanya


    Kunci Cantik Kate Middleton dari Ujung Rambut Sampai Kaki


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.