3 Kondisi yang Membuat Orang Memutuskan Bunuh Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bunuh diri

    Ilustrasi bunuh diri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus bunuh diri kian marak terjadi. Pelakunya dari mulai figur publik hingga masyarakat kebanyakan. Yang paling menghebohkan adalah kasus bunuh diri yang dengan sengaja disiarkan secara langsung melalui media sosial oleh pelakunya. Baru-baru ini juga manager JKT48, Inao Jiro diketahui bunuh diri di kediamannya di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

    Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah yang menjadi penyebab seseorang ingin bunuh diri? Adakah tanda-tanda awal jika seseorang ingin bunuh diri? Bunuh diri bisa terjadi karena berbagai faktor yang, jika muncul dalam diri seseorang, dapat meningkatkan risiko terhadap perilaku yang mengarah pada upaya bunuh diri.

    Psikolog klinis dewasa Anna Margaretha Dauhan mengatakan menurut penelitian yang dilakukan oleh Thomas Joiner dan kawan-kawan pada tahun 2005 dan 2009, ada tiga hal yang dapat meningkatkan risiko perilaku bunuh diri pada seseorang, yaitu:

    1. Thwarted Belongingness
    Kehilangan rasa memiliki satu sama lain. Perasaan saling memiliki menjadi penting karena manusia pada dasarnya tak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk berbagi bahagia dan keluh kesah. “Jika seseorang tidak memiliki hubungan yang berarti dengan orang lain kemungkinan ia akan merasa tidak ada orang yang peduli atau sayang pada dirinya,” ungkap Anna.

    ADVERTISEMENT

    2. Perceieved Burdensome
    Persepsi bahwa seseorang tidak memberikan kontribusi yang berarti di area-area yang penting (pekerjaan, sekolah, kehidupan sosial). “Ketika seseorang merasa gagal dan menjadi beban untuk orang lain, terkadang muncul perasaan bahwa dunia akan menjadi lebih baik bila dirinya tidak ada,” ujar Anna.

    3. Acquired Capabilty to Enact Suicide
    Kemampuan untuk melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri. “Inilah yang berbahaya. Kejadian bunuh diri tidak akan terjadi tanpa adanya kemampuan untuk menyakiti diri sendiri,” kata Anna. 

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Exfoliating?


    Ria Miranda Akan Tampil Pertama Kali di Ajang Fashion Korea

    Berikan Anak Permen Bertekstur Kenyal agar Tidak Mudah Tersedak


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.