Stres pada Wanita Lebih Mengkhawatirkan Ketimbang Pria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pekerja stres. Shutterstock

    Ilustrasi pekerja stres. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanggung jawab di rumah dan di kantor menjadi tantangan tersendiri bagi seorang wanita. Akibatnya, wanita lebih rentan mengalami stres. Parahnya, stres ini menjadi salah satu penyebab aksi bunuh diri.

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, sekitar 49 persen wanita yang disurvei mengatakan stres mereka telah meningkat dalam lima tahun terakhir dibandingkan empat dari sepuluh atau 43,9 persen pria.

    Begitu juga yang dialami ibu yang tinggal di daerah. Stres yang dialami biasanya dipicu masalah ekonomi dan sifat konsumtif. Urusan rumah tangga, tuntutan anak di sekolah, kehidupan sosial, jalanan macet hingga masalah kantor menjadi penyebab para ibu mengalami stres.

    "Stres yang tidak terkelola dan tertangani dengan baik akan menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan mental," ujar Endang Mariani Rahayu, Pengamat Psikologi Sosial & Budaya dari Universitas Indonesia.

    Berdasarkan penelitian World Health Organization (WHO) 2016, kasus bunuh diri di dunia telah mencapai 3,71 per 100 ribu penduduk. Adapun rata-rata regional mencapai 17,1 per 100 ribu penduduk.

    Untuk itu, perlu ada intervensi untuk merilis stres yang dialami para ibu. Misalnya dengan meluangkan waktu melakukan hal-hal yang disukai atau biasa disebut dengan me time. Misalkan membaca, mendengarkan musik dan lainnya, tergantung dengan masing-masing pribadi.

    Namun, sebenarnya dibandingkan laki-laki, wanita lebih resisten terhadap stres. Hal itu terlihat dari data yang didapat bahwa aksi bunuh diri lebih banyak dilakukan laki-laki.

    BISNIS


    Artikel lain:

    10 Penyebab Sulit Hamil
    Selai Lemon yang Menyegarkan


    Olahraga Tanpa Mengenakan Celana Dalam, Bolehkah?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.