Hal yang Harus Dipersiapkan dalam Pernikahan Beda Agama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan. Shutterstock.com

    Ilustrasi pernikahan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Cinta itu buta, walaupun terdapat perbedaan yang mendasar. Di Indonesia, pernikahan dengan perbedaan agama atau kepercayaan masih belum dibolehkan. Namun kondisi semacam ini sangat sering terjadi di masyarakat.

    Jika terlanjur jatuh cinta dengan pasangan yang berbeda keyakinan, biasanya yang dilakukan oleh pasangan beda agama adalah salah satunya mengikuti kepercayaan calon pasangannya. Atau banyak juga yang akhirnya memilih menikah di luar negeri yang membolehkan pernikahan beda agama itu.

    Di luar hal tersebut, bagaimana seharusnya yang harus dilakukan dan dipersiapkan oleh pasangan yang berdasarkan beda agama? Ungkapan cinta itu buta bisa menggambarkan, bisa dua insan yang saling jatuh hati meski perbedaan yang memisahkan mereka begitu besar.

    Tetapi bagaimana bila terlanjur jatuh cinta pada orang yang beda agama? Psikolog Greta Vidya Paramita mengatakan, ada satu hal yang harus disiapkan sejak awal bila memutuskan untuk menjalin hubungan dengan orang yang menganut kepercayaan berbeda. “Kesiapan bertoleransi,” kata Greta dalam surel pada ANTARA News.

    Toleransi yang ia maksud adalah bisa menerima bahwa Anda dan pasangan menganut nilai dan prinsip yang berbeda. Selain itu, Anda juga harus siap membuka diri terhadap perbedaan-perbedaan tersebut.

    Greta melanjutkan, Anda harus siap memberi kesempatan pada pasangan untuk beribadah sesuai kepercayaannya. Juga tidak saling memaksakan agama satu sama lain.

    Meski demikian, pada akhirnya perbedaan tersebut harus disikapi secara realistis. Menurut Greta, bila perbedaan yang ada terlalu besar untuk bisa diterima satu sama lain, pikirkan lagi solusi terbaik.

    “Apabila Anda tidak dapat bertoleransi dan terlalu banyak yang harus dikompromikan maka perlu dipikirkan ulang sejauh mana Anda akan sanggup menjalani hubungan tersebut,” tutur Greta.

    Hubungan manusia tak pernah selalu mulus, ada kalanya melewati jalan berbatu dan berliku. Greta menyarankan untuk mempertimbangkan apakah Anda dan pasangan bisa melewati masa-masa sulit, misalnya ketika menghadapi konflik atau perbedaan pendapat.

    “Harus selalu diingat bahwa sebuah hubungan tidak selalu dalam masa-masa menyenangkan,” ujar Greta.

    ANTARA

    Berita lainnya:
    Tip Pernikahan Langgeng
    Bila Calon Mertua Menolak Anda, Haruskah Tetap Menikah?
    5 Hal yang Patut Dipertimbangkan untuk Resepsi Pernikahan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.