Olahraga Tanpa Mengenakan Celana Dalam, Bolehkah?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jemuran celana dalam. istockphoto.com

    Ilustrasi jemuran celana dalam. istockphoto.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak wanita yang bingung ketika akan berolahraga di pusat kebugaran, celana dalam macam apa yang harus mereka pakai agar tidak terlalu membekas kelihatan saat mengenakan celana ketat atau legging. Ada yang memilih celana berbahan spandex, model tali atau G-string, hingga tidak memakai celana dalam.

    Pakaian olahraga memang berkaitan dengan kenyamanan dan kebersihan. Bila kita memutuskan untuk mengenakan celana dalam saat berlatih kebugaran, pasti ada alasannya sendiri, begitu juga ketika memutuskan tidak memakainya. Sebenarnya tidak memakai celana dalam pun boleh-boleh saja asalkan memperhatikan aturan berikut: 

    #Pilih bahan yang cocok
    Menurut ginekolog di Orange County, California, Amerika Serikat, Marina Maslovaric, berlatih kebugaran tanpa celana dalam boleh-boleh saja karena juga dipengaruhi kebiasaan. Kuncinya adalah pastikan celana olahraga terbuat dari bahan yang tidak menghambat udara, katun, atau yang bisa menyerap keringat serta tidak menimbulkan iritasi akibat gesekan dengan kulit. Pilihlah celana berbahan tebal, jangan yang tipis sehingga memberi bayangan apa yang ada di dalamnya.

    #Segera ganti setelah berkeringat
    Kepada SELF, Maslovaric mengungkapkan, apapun bahannya, segera ganti celana olahraga setelah dibasahi keringat, jangan sampai terjadi infeksi di vagina akibat bakteri. Jangan lupa mandi setelah berolahraga.

    #Cuci celana setiap kali habis pakai
    Cucilah celana olahraga setiap kali habis dipakai. Banyak perempuan yang menggunakannya beberapa kali sebelum dicuci. Tapi bila memutuskan untuk memakai legging tanpa celana dalam, legging tersebut harus dicuci setiap kali habis pakai karena bakteri yang terkumpul berbahaya buat vagina.

    PIPIT

    Baca juga:
    5 Pantangan Sebelum Berolahraga Lari
    Kurang Lemak dan Protein Bisa Bikin Lapar Tak Berujung
    Bolehkah Kita Mengkonsumsi Mie Instan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.