4 Tanda Produk Perawatan Kulit Tidak Cocok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi make up. Shutterstock.com

    Ilustrasi make up. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat kamu mencoba produk perawatan kulit,  ternyata kulitmu tidak dapat menerimanya dengan baik sehingga menimbulkan iritasi. Kulit pun dapat mengirimkan sinyalnya pada tubuh.

    Menurut dermatolog Rachel Nazarian, ada empat tanda bahwa kulit tidak dapat menerima apa pun yang kamu aplikasikan di atasnya. Jika kamu terus memakainya dapat mengakibatkan peadangan atau kerusakan kulit.

    #1. Gatal-gatal
    Ini adalah sinyal paling dasar, bahkan bisa menjadi indikasi alergi sebelum ada perubahan visual. "Jika kulit merasa gatal setelah memakai produk, segera hentikan dan konsultasikan kepada dokter kulit untuk memungkikan uji patch untuk memeriksa alergi kontak,” saran Nazarian.

    #2. Rasa sakit
    "Jika kulit terasa menyengat, ini adalah tubuh memberitahu bahwa ada banyak peradangan, bahkan mungkin merusak kulit atau infeksi,” jelasnya. Biasanya terjadi pada orang yang mengidap eksi atau rosacea, yang dapat merasa sakit ketika menerapkan produk.

    Tapi, rasa sakit tidak berarti secara otomatis kamu dapat menghentikan pemakaian produk. Rasa ketidaknyamanan merupakan sinyal bahwa kandungan di dalam produk terlalu keras untuk kulit, tapi ada pengecualian. “Kadang ketika penghalang kulit diperbaiki, dan kondisi baseline tenang, mungkin produk tersebut dapat terud digunakan,” ujarnya.

    #3. Kemerahan
    Peradangan akan sering diikuti dengan rasa sakit atau gatal, tapi kadang-kadang dapat menunjukkan masalah khusus. “Hal ini dapat terjadi setelah penggunaan jangka panjang dari produk yang merangsang penanda inflamasi pada kulit, sehingga menyebabkan pembuluh darah pecah,” ujar Nazarian. Jauhi dari produk atau kebiasaan perawatan kulit yang membuat kulit terlalu merona dan merah.

    #4. Benjolan
    Semua benjolan tidak diciptakan sama. Beberapa hanya benjolan, sementara yang lain adalah tanda bahwa kulit bereaksi. "Jika sebuah produk yang menyebabkan benjolan jerawat, memicu lecet alergi, atau menjadi sangat meradang dan memproduksi pustula, segera berhenti," dia menyarankan.

    MARIECLAIRE | NIA PRATIWI

    Baca juga:
    Amankah Produk Kecantikan Mengandung Asam Hialuronat
    Tren Crown Eyeshadow, Menggambar Mahkota di Kelopak Mata
    Awas, Perawatan Antipenuaan Bikin Kulit Menipis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.