Bahaya Bila Anak Cacingan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak main tanah. Shutterstock

    Ilustrasi anak main tanah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Cacingan adalah gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab cacingan yang populer di Indonesia adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular. Karena anak-anak sering bermain di tanah, cacingan banyak mengintai si kecil.

    Prof dr Saleha Sungkar, dari Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menerangkan, cacingan merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara tropis, termasuk Indonesia.

    Penyakit ini menyebabkan anak menjadi kurang gizi (malnutrisi), anemia, tingkat inteligensi (IQ) menurun, lemas tak bergairah, mengantuk, malas beraktivitas, serta berat badan rendah. Gejala penyakit cacingan pun akan sulit dideteksi jika jumlah cacing yang bersarang dalam tubuh masih sedikit.

    "Penyakit cacingan memang masih sulit didiagnosis dokter jika jumlah cacingnya sedikit. Biasanya gejala akan timbul jika sudah banyak larva cacing yang bersarang dalam tubuh." Cara cacing masuk ke tubuh pun beraneka ragam. Cacing gelang (Ascaris lumbricoides), yang bersarang dalam tubuh dengan jumlah telur infektif 100-200 ribu per hari, biasanya masuk melalui makanan.

    Adapun cacing cambuk (Trichuris trichiura)--telur infektif yang ada di dalam tubuh sebanyak 3.000-5.000 dalam waktu 3-6 minggu--biasanya juga masuk lewat makanan. Telur cacing cambuk yang infektif bisanya berjumlah 9.000-10.000 dalam waktu tiga hari.

    "Berkembangnya penyakit ini juga dipengaruhi banyak faktor, mulai faktor iklim tropis, kebersihan tubuh, sanitasi lingkungan, sosial-ekonomi, hingga kepadatan penduduk," Saleha menerangkan. Untuk telur cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale) biasanya bisa berkembang dalam tubuh lewat makanan dan kulit.

    Saleha menuturkan, ancaman penyakit cacingan pada generasi penerus perlu ditangani dengan serius. Dia mengutip penjelasan Bank Dunia bahwa cacingan menurunkan kualitas sumber daya manusia, terutama pada negara berkembang.

    Karena itu, pengendalian cacing merupakan strategi paling efektif yang dimulai melalui pengetahuan masyarakat tentang cacing, cara penularan, gejala, dan pengobatannya. Selain itu, sanitasi lingkungan dan pengobatan massal memegang peran penting untuk memutus daur hidup cacing.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Cara Mencegah Anak Terkena Cacingan
    Perawatan Bayi Baru Lahir
    Cara Mudah Menghilangkan Bakteri di Kain dan Perabotan Rumah

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.