4 Tahap Karies Gigi pada Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bergigi ompong. Shutterstock

    Ilustrasi anak bergigi ompong. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejelian orang tua dalam memperhatikan warna gigi si kecil menjadi salah satu kunci menyelamatkan anak dari karies. Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia cabang Jakarta, Eva Fauziah menyampaikan kebiasaan buruk anak yang memicu masalah gigi dan mulut.

    Dalam acara bulan kesehatan gigi nasional tahun ini dengan tema Mengenali Kebiasaan Buruk Si Kecil yang Memicu Masalah Gigi dan Mulut, Eva mengatakan dari kebiasaan buruk tersebut dikhawatirkan yang timbul adalah karies. "Karies merupakan infeksi yang merusak struktur gigi," ujarnya.

    Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak ditangani, karies ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan bahkan kematian. Karies tidak terjadi dalam sekejap mata melainkan melewati proses berminggu-minggu. Eva membagi proses itu menjadi 4 tahap:

    1. Tahap inisiasi
    Terdapat garis putih pada labial (permukaan terhalus mahkota gigi) dan palatal gigi (permukaan gigi yang menghadap langit-langit rongga). Di fase ini, karies gigi tidak begitu terlihat sehingga terabaikan.

    ADVERTISEMENT

    2. Mulai rusak
    Mulai terjadi kerusakan email, dentin, serta gigi geraham bawah. Di fase ini mulai terbentuk lesi (kerusakan jaringan) putih kekuningan dan keluhan tehadap rangsangan dingin pada gigi.

    3. Iritasi pulpa
    Lesi gigi membesar dan menyebabkan terjadinya iritasi pulpa (rongga di bawah lapisan dentin).

    4. Lubang gigi
    Keempat, karies gigi menciptakan lubang dan rasa sakit. Karies mulai mengganggu aktivitas tidur dan makan si kecil.

    TABLOIDBINTANG


    Berita lainnya:

    Tip Siasati Dress Pendek Terlihat Sopan
    Ayah-Bunda, Simpan Baik-baik Gigi Susu Anak
    Gigi Anak Reges dan Berlubang, Simak Cara Menjaganya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.