Mencuci Rambut Sebelum Tidur Bisa Picu Ketombe

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keramas.netdna-cdn.com

    Ilustrasi keramas.netdna-cdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan sering mengalami dilema dalam banyak hal. Untuk urusan keramas saja, pilihannya cukup membingungkan. Karena kesibukan sejak dini hari dan setiap hari yang dialami kebanyakan wanita, keramas pagi sebelum beraktivitas ke luar rumah tidak cukup populer sebagai pilihan.

    Akhirnya, hampir semua wanita sepakat untuk melakukan keramas malam hari sebelum tidur. Tapi ternyata, pilihan itu sesungguhnya tidak cukup ideal. Seperti dimuat Cosmopolitan UK, tidur dalam keadaan rambut basah hanya akan menimbulkan kerusakan parah pada rambut.

    Artikel terkait:
    Rambut Beruban Kembali Ngetren di 2017
    Salah Potong Rambut! Tenang, Ada 6 Solusinya
    6 Model Rambut yang Bakal Jadi Tren pada 2017

    Rambut tidak hanya menjadi kusut, patah, dan bercabang. Kulit kepala juga berisiko gatal-gatal karena tumbuhnya jamur. Sarung bantal yang lembap dan basah merupakan lingkungan sempurna untuk tumbuhnya jamur.

    Tidak mengherankan jika mereka yang biasa tidur dalam keadaan rambut basah memiliki ketombe di kepalanya. Lebih buruk dari itu semua, bakteri penyebab infeksi pun akan mudah tumbuh dan berkembang biak di tempat tidur dan berbahaya untuk kesehatan secara keseluruhan.

    Jika keramas pagi benar-benar tidak bisadilakukan, maka cara terbaik adalah memastikan rambut benar-benar kering sebelum naik ke pembaringan dan salah satu pilihannya adalah menggunakan pengering rambut.

    Buat yang tidak suka memakai pengering rambut, cobalah cara lain seperti mengeringkan dengan handuk atau kipas. Yang penting, bantal tidak menjadi basah karena rambut.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Penyebab Tubuh Terserang Penyakit
    Rajin Menulis di Blog, Nikmati 6 Manfaatnya
    Mengemudi Sambil Mengantuk? Ini Akibatnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.