3 Mitos Seputar Bayi Kuning pada Bayi Baru Lahir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa kondidi bayi kembar siam sehari setelah dilahirkan di Rumah Sakit Shifa, Kota Gaza, Palestina, 23 November 2016. Bayi yang lahir dengan kondisi sangat langka tersebut kini tengah berjuang untuk hidup di dalam inkubator. REUTERS

    Petugas memeriksa kondidi bayi kembar siam sehari setelah dilahirkan di Rumah Sakit Shifa, Kota Gaza, Palestina, 23 November 2016. Bayi yang lahir dengan kondisi sangat langka tersebut kini tengah berjuang untuk hidup di dalam inkubator. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayi baru lahir seringkali menderita jaundice atau penyakit kuning. Kadar bilirubinnya tinggi. Secara kasat mata, bayi kuning ini dapat terlihat dari warna kuning pada bagian mata yang berwarna putih, atau kulit bayi yang kuning, urine yang pekat serta feses yang pucat. Ayah dan bunda, jangan sampai termakan mitos yang menyesatkan tentang jaundice ini.

    Banyak informasi yang beredar di masyarakat seputar jaundice atau bayi kuning. Salah satu solusi yang dipercaya khalayak ramai untuk mengatasi bayi kuning adalah, bayi baru lahir disarankan untuk sering diberikan ASI dan berjemur, karena sinar matahari pagi dipercaya dapat memecah bilirubin. 

    Jaundice ini dapat menyebabkan kerusakan hati, kerusakan otak bayi. Nah, agar tidak termakan mitos yang menyesatkan. Berikut mitos yang banyak beredar dilansir dari laman Young Parents:

    #Mitos 1: Bayi berjemur di bawah sinar matahari
    Menjemur bayi jangan langsung di bawah sinar matahari. Hindari pula menjemurnya di atas jam 9 atau jam 10 pagi. Hal ini tidak dianjurkan karena anak bisa mengalami dehidrasi. Bahkan menurut Chiou Fang Kuan, konsultan asosiasi di Gastroenterology Service Department of Paediatrics at KK Women’s and Children’s Hospital (KKH), hal ini juga justru dapat memperburuk penyakit kuning pada bayi. Menjemur bayi di bawah sinar matahari juga dapat menyebabkan sunburns atau kulit terbakar, yang menyakitkan.

    #Mitos 2: Mandikan bayi dengan obat herbal
    Chiou mengungkapkan bahwa tidak ada bukti medis yang mendukung penggunaan herbal seperti dalam pengobatan tradisional Cina untuk mengobati penyakit kuning bayi Anda.

    #Mitos 3: Beri minum dan berhenti menyusui
    American Academy of Paediatrics memberikan saran, ibu harus terus memberikan ASI bagi bayi agar tidak dehidrasi. Usahakan tidak mencampurkan ASI dengan air atau air gula. Betty Lee, konsultan laktasi, juga menghimbau kepada para ibu, untuk tidak mengikuti informasi salah untuk berhenti menyusui ASI,  

    Kurangnya pengetahuan dan kesadaran dapat membuat stres."Selama berat badan bayi naik dan bayi aktif, penyakit kuning tidak berbahaya. Ibu tak harus berhenti menyusui bahkan dalam waktu yang singkat, "kata Lee.

    DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Bayi Dalam Kandungan Dapat Mengenali Suara Orang Tuanya
    Bagian Penting yang Kerap Diremehkan Pencari Kerja di CV
    7 Tren Terpopuler di New York Fashion Week 2017


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.