Hati-hati, Ponsel Bisa Bikin Cepat Tua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model menunjukan smartphone terbaru Xiaomi Mi Max saat peluncurannya di Beijing, Cina, 10 Mei 2016. Xiaomi Mi Max dilengkapi dengan layar berukuran 6,44 inci dengan resolusi Full HD (1080p). REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Seorang model menunjukan smartphone terbaru Xiaomi Mi Max saat peluncurannya di Beijing, Cina, 10 Mei 2016. Xiaomi Mi Max dilengkapi dengan layar berukuran 6,44 inci dengan resolusi Full HD (1080p). REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecanduan media sosial tidak hanya memengaruhi seseorang secara psikologis. Namun juga kesehatan fisik, khususnya kulit. Setidaknya itu yang dipaparkan Josie Howard, M.D, psikiater asal San Fransisco yang berfokus pada psikodermatologi. Ia menyebutkan beberapa faktor penyebab media sosial bisa membuat kesehatan kulit terganggu seperti dilansir Cosmopolitan berikut. 

    #Media sosial bisa mempercepat penuaan kulit
    "Berjam-jam menatap layar ponsel atau komputer sambil menyipitkan mata bisa membuat garis-garis di sekitar mata lebih awal muncul," kata Howard. Untuk menghindari dan mengurangi efek buruk ini, cobalah untuk sering beristirahat dan gunakan produk eye-revitalizing yang mengandung bahan anti-aging

    #Hasil selfie yang tidak direspons positif memicu stres yang bisa merusak kesehatan kulit
    Bagi Anda yang menjadikan media sosial sebagai alat pengganti interaksi sosial, akan mudah menjadi stres ketika posting-an selfie tidak mendapat tanggapan positif, misalnya tidak di-like cukup banyak. Selain itu, jika Anda sedang tidak mood selfie karena satu dan lain alasan, padahal Anda sudah telanjur membutuhkan selfie sebagai alat pengganti interaksi sosial, maka ujung-ujungnya Anda akan cranky, stres, atau bahkan merasa tidak bahagia dan tidak puas akan hidup.

    Perlu diingat, stres dapat merusak kesehatan kulit. Jadi, sering selfie boleh-boleh saja, tapi jangan sampai menjadi pusat kehidupan Anda sehingga jika tidak seperti yang diharapkan, lantas menyebabkan stres. 

    ADVERTISEMENT

    #Nomophobia atau ketakutan karena tidak memegang atau jauh dari ponsel 
    "Banyak orang menjadi panik ketika ponselnya tertinggal di rumah atau kehilangan sinyal. Ini bisa disebut nomophobias, yang artinya takut karena jauh dari ponsel atau kehilangan kontak dengan orang sekitar," kata Howard. "Anda jadi tidak bisa hidup tanpa ponsel yang menghubungkan Anda dengan media sosial.

    Menurut The Lancet, sebuah jurnal medis, terminologi nomophobia muncul sejak tahun 2008. Dalam sebuah penelitian di U.K Post Office, ditemukan sebanyak 53 persen orang Inggris merasa tegang, cemas, dan stres ketika mereka tidak memiliki ponsel di sekitar mereka. Rasa cemas ini bahkan sebanding dengan perasaan saat akan melangsungkan pernikahan! Dan tahukah Anda apa yang akan terjadi pada kulit jika Anda stres akut? Anda bisa mengalami psoriasis yang antara lain memicu jerawat dan penuaan dini.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    6 Langkah Diet yang Justru Menambah Berat Badan
    Ini Trik Mencukur Bulu di Daerah V
    10 Perasaan yang Bisa Merusak Hidup Anda


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...