Emosi Ibu Hamil Dirasakan Janin Dalam Perut, Lho!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kehamilan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi Kehamilan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda tahu kan, rasanya tertawa sampai otot-otot perut tertarik? Tertawa yang membuat lega hingga meneteskan air mata bahagia?

    Ternyata, jenis tawa seperti itu tidak hanya membahagiakan Anda, namun juga bagi bayi di dalam kandungan. Saat Anda sedih, cemas, dan khawatir, bayi pun merasakan hal yang sama. Bagaimana bisa?

    Secara fisik, ketika ibu tertawa, bayi di dalam perut akan bergerak ke atas dan ke bawah. “Saat kami melihat janin dengan menggunakan ultrasonografi dan sang ibu mulai tertawa, kami bisa melihat janin melambung ke atas dan ke bawah rahim, mengangguk-anggukkan kepala, seperti sedang memantul di trampolin,” urai Dr. Janet DiPietro, peneliti dan psikolog perkembangan bayi yang menjabat Pembantu Dekan di Universitas John Hopkins, Maryland, AS

    “Ketika para ibu melihat ini di layar, mereka tertawa lebih keras dan janin mereka bergerak ke atas dan bawah lebih kencang. Kami menduga inilah sebabnya mengapa orang-orang menyukai roller coaster ketika dewasa,” imbuhnya.

    ADVERTISEMENT

    Sebaliknya, jika selama hamil ibu lebih sering dilanda kecemasan, stres, atau depresi, kemungkinan bayi akan membawa sifat cemas dan mudah rewel tanpa sebab setelah lahir.

    Bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu hamil yang depresi 1,5 kali lebih mudah terserang depresi di usia 18 tahun, bahkan mengalami kecenderungan masalah emosional lain, misalnya sifat agresif. Mengapa? Karena hormon dapat masuk ke dalam tubuh bayi melalui plasenta atau ari-ari.

    Peneliti dari Universitas Edinburgh, Skotlandia, Professor Jonathan Seckl, mengatakan, “Ada sebuah enzim yang ditemukan dengan kadar tinggi di dalam plasenta dan otak bayi. Dan itu adalah pelindung alami bayi yang mampu mematikan hormon stres.”

    Namun, jumlah enzim ini bisa berkurang bahkan hilang yang disebabkan kadar stres ibu yang tinggi selama kehamilan. Dalam sejumlah kasus, beberapa bayi bahkan tidak punya enzim pelindung ini sejak awal kehamilan sehingga hormon kecemasan mudah masuk ke tubuh melalui plasenta.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Kiat Menjalani Kehamilan dengan Sehat
    6 Gejala Serangan Jantung yang Kerap Diabaikan
    Perawatan Vagina Ekstrem Selebriti Dunia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.