Resep Es Lolipop Rasa Buah Naga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Es loli termahal di dunia (Orange)

    Es loli termahal di dunia (Orange)

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua hendaknya tak bosan untuk selalu berusaha menyajikan makanan sehat yang terbuat dari buah dan sayur untuk putra-putrinya. Terlebih jika sang anak sulit mengkonsumsi makanan berserat ini. Dibutuhkan kreativitas dalam mengolahnya. Salah satunya dalam bentuk camilan es loli. Grape yoghurt popsicle ini rasanya manis asam. Aroma buah naga dapat tersamarkan dengan baik. 

    Dalam rangka kampanye “Serunya Makan Buah”, Philips Indonesia dalam keterangan tertulisnya memberikan resep es loli, cara menyajikan buah agar dapat meningkatkan konsumsi buah bagi anak dan keluarga. 

    Grape yoghurt popsicle ini terbuat dari buah naga merah. Buah yang banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan kecantikan. Buah ini, selain banyak mengandung serat, kandungan betakarotennya berlimpah, bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Mengandung kalsium, vitamin B, dan antioksidan. Buah berwarna merah ini juga mampu mengontrol kadar gula darah tubuh serta menetralisasi racun dalam tubuh. 

    Wow, begitu banyak khasiat buah naga merah ini sayang jika dilewatkan untuk dikonsumsi. Nah, tak ada salahnya untuk mencoba resep yang dibagikan oleh Philips Indonesia untuk keluarga Indonesia berikut ini. 

    #Bahan:
    200 cc yoghurt rasa anggur 
    50 cc susu cair 
    50 gram buah naga 
    3-4 sendok makan gula cair atau madu 

    #Cara membuat:
    Masukkan yoghurt, buah naga, susu cair, dan gula cair ke dalam blender. Blender hingga halus. Masukkan ke dalam cetakan popsicle. Tutup cetakan popsicle
    Bekukan di dalam freezer hingga beku.
    Sajikan.

    Porsi: 3 popsicle

    DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Resep Smoothie Pendongkrak Dopamin
    Resep Spaghetti Labu Kuning
    Choco Candy Pizza untuk Camilan Anak-anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.