Penyebab dan Gejala Konstipasi pada Bayi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. Shutterstock.com

    Ilustrasi bayi. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa awal memiliki bayi, banyak orang tua yang merasa canggung saat membersihkan dan mengganti popok bayi. Orang tua akan mengamati tekstur dan warna fases tapi juga frekuensi buang air besar si kecil. Bagaimana bila bayi tak buang air besar selama beberapa hari? Apakah ia mengalami konstipasi?

    Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung lebih jarang mengalami konstipasi. Sebab, ASI dapat dicerna dengan mudah dan sempurna. Untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, jangan khawatir bila ia jarang buang air besar. Asupan ASI tercerna dengan sempurna sehingga tidak ada ampas yang perlu dibuang.

    Namun, bayi juga dapat mengalami konstipasi. Yang perlu Anda lakukan, perhatikan rutinitas buang air besar bayi agar segera tahu jika terjadi perubahan pola buang air besar. Berikut ini beberapa gejala bila bayi mengalami konstipasi:

    1. Menangis atau terlihat tidak nyaman sebelum buang air besar.

    2. Mengejan dengan keras ketika buang air besar.

    ADVERTISEMENT

    3. Kurang dari tiga kali buang air besar dalam seminggu.

    4. Perutnya keras.

    5. Nafsu makan menurun.

    6. Fases yang keluar sangat sedikit.

    Jika bayi mengalami gejala di atas, bisa jadi dia mengalami konstipasi. Untuk mencegah konstipasi, Anda harus menyelidiki penyebabnya. Ada beberapa hal yang umumnya dapat menyebabkan konstipasi pada bayi:

    - Susu formula 
    Susu formula lebih sulit dicerna usus bayi dan dapat menyebabkan tinja bayi lebih padat dan keras.

    - Dehidrasi
    Kekurangan cairan pada bayi dapat menyebabkan konstipasi. Dalam kondisi tertentu seperti saat tumbuh gigi atau sedang sakit bayi, biasanya menolak meminum susu sehingga kekurangan cairan.

    - Makanan padat
    Ketika Anda mulai memperkenalkan makanan padat untuk bayi, tubuh dan pencernaan bayi mungkin butuh waktu untuk beradaptasi dengan makanan padat sehingga mereka mengalami konstipasi.

    - Alergi makanan 
    Terkadang konstipasi disebabkan alergi makanan. Jika Anda pikir bayi Anda alergi terhadap beberapa jenis makanan, konsultasikan dengan dokter. Alergen juga bisa masuk ke perut bayi melalui ASI, jadi Anda juga harus menghindari makanan yang menyebabkan alergi pada bayi Anda.


    - Kondisi medis

    Keracunan makanan, gangguan metabolisme, dan kelainan bawaan sejak lahir juga dapat menyebabkan konstipasi. Konsultasikan dengan dokter anak jika Anda khawatir bayi Anda mengalami gangguan medis serius.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    10 Gejala Kamu Sedang Stress
    Latih Tanggung Jawab Anak dengan Kegiatan Bersih-bersih
    Ada Orang Tak Pernah Konsumsi Glutamate, Itu Pasti Bohong!


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.