Manfaat Ajarkan Bahasa Isyarat pada Bayi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu berbicara dengan bayi. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu berbicara dengan bayi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Umumnya anak dapat berbicara di usia 12 bulan. Bukan berarti di bawah usia tersebut bayi tak bisa berkomunikasi. Bayi berkomunikasi melalui tangisan, senyuman dan tertawa.

    Nah, karena itulah, selain bahasa verbal, orang tua dapat mengajarkan bayi bahasa isyarat. Banyak manfaatnya bagi bayi. Dengan bahasa isyarat bayi lebih cepat mengungkapkan apa yang diinginkannya.

    Dalam mengajarkan bahasa isyarat pada bayi, harus disertai dengan bahasa verbal dan dilakukan dengan lembah lembut dan kasih sayang. Gunakan bahasa yang sederhana, seperti tidak boleh atau tidak mau dengan menggelengkan kepala, dadah dengan melambaikan tangan, tidur dengan menutup mata, makan dengan memasukkan jari ke mulut.

    Orang lain akan berpikir bahwa bayi Anda adalah anak yang cerdas. Ia dapat merespon apa yang ada di sekelilingnya dengan baik.

    ADVERTISEMENT

    Bahasa isyarat bayi membantunya untuk dapat dimengerti oleh orang-orang di sekelilingnya. Sehingga dapat mengurangi rasa frustrasi saat bayi mulai mengerti apa yang diinginkan, dibutuhkan, dan dirasakannya. Setiap kali bayi ingin mengatakan sesuatu, dia sekarang memiliki alat baru, yang akan menyebabkan komunikasi lebih mudah.

    Bahasa isyarat bayi dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anaki. Penggunaan bahasa isyarat tidak akan mengganggu kemampuan verbal dalam perkembangannya. Dibutuhkan kesabaran dalam hal ini.

    Dengan bahasa isyarat bayi akan termotivasi untuk lebih cepat belajar bicara. Ia akan lebih mudah memahami gestur orang lain.

    Dengan bahasa isyarat bayi menciptakan ikatan batin yang lebih dekat dengan seluruh keluarga Anda. Karena tak ada yang lebih menyenangkan belajar sesuatu yang baru bersama-sama.Orang tua mengajarkan anak mengungkapkan apa yang diinginkannya dan orang tua belajar memahami petunjuk dari gerak bayi.

    PUREWOW | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Jika Anak Ingin Menjadi Vlogger
    Teknik Pijatan pada Bayi
    Kiat Menghadapi Anak yang Suka Pilih-pilih Makanan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.