Pakar Bagi Tip Mengetahui Kualitas Tidur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu dan bayi tidur bersama. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu dan bayi tidur bersama. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidur malam yang cukup bukan semata perkara durasi tujuh atau sembilan jam per malam tapi juga bergantung pada kualitasnya. Sebuah lembaga nirlaba yang berfokus pada studi tentang tidur, The National Sleep Foundation, menyebut, salah satu indikator tidur malam seseorang cukup adalah tidak terjaga lebih dari sekali selama lima menit di malam hari.

    Indikator lainnya adalah tidur setidaknya 85 persen dari waktu yang kita habiskan di ranjang dan tertidur kurang dari 30 menit (60 menit untuk usia di atas 65 tahun). Indikator tersebut berdasarkan temuan dari 277 penelitian mengenai tidur yang dilakukan para spesialis yang memahami soal perilaku tidur dan organisasi kesehatan.

    "Sekarang, lebih banyak orang yang menggunakan perangkat yang melacak tidur mereka dan menghasilkan sejumlah besar data tanpa menyediakan alat yang menjelaskan hal itu," jelas David Cloud, Chief Executive Officer di National Sleep Foundation.

    Neurolog dari Northwestern Memorial Hospital, Sabra Abbott, mengatakan bila ada indikator yang tak sesuai dengan seseorang bukan berarti kualitas tidurnya buruk, karena setiap orang memiliki cara tidur yang berbeda.

    ADVERTISEMENT

    "Hanya karena ada indikator yang tak sesuai, tidak berarti bahwa Anda memiliki kualitas yang buruk tidur. Indikator ini hanya untuk target awal," kata Abbott.

    Namun, tak ada salahnya bila kita memeriksa apakah memerlukan perbaikan tidur, misalnya menghabiskan terlalu banyak waktu terjaga di tempat tidur di malam hari, yang berujung sulit tidur kembali.

    Andai tidak bisa tertidur dalam waktu 20 menit setelah terjaga di tengah malam, kita harus benar-benar bangun dan melakukan sesuatu yang lain untuk membantu bersantai, seperti mendengarkan musik atau membaca buku karena tetap berbaring dalam kondisi terjaga di tempat tidur tak bagus untuk kesehatan.

    Abbott mengungkapkan indikator ini juga bisa menjadi alat untuk mengetahui tanda gangguan tidur yang tidak terdiagnosis, seperti sleep apnea, gangguan fase tidur-bangun, dan insomnia. Indikator lain yang penting untuk mengetahui kualitas tidur adalah bagaimana perasaan kita ketika bangun dan sepanjang hari itu.

    "Pada akhirnya, pemahaman yang lebih baik dari kualitas tidur adalah kunci mengetahui kesehatan tubuh saat tidur secara keseluruhan," kata Cloud, seperti dilansir Huffington Post.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Pantangan Bila Terbangun di Tengah Malam
    Pilih yang Alami Pelawan Radang
    Tertawa dan 3 Kondisi Wajar yang Bisa Membuatmu Pingsan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.