Kenali Pola Asuh yang Bunda Terapkan dan Apa Dampaknya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi single mom atau orang tua tunggal. shutterstock.com

    Ilustrasi single mom atau orang tua tunggal. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pola pengasuhan orang tua terhadap anak akan mempengaruhi kepribadian anak saat dia dewasa. Setiap orang tua memiliki gaya mereka sendiri dalam pola pengasuhan dan membesarkan anak-anak mereka.

    Menurut konselor bimbingan anak dari India, Bela Raja, gaya pengasuhan seseorang, jika negatif, dapat memiliki efek buruk pada jiwa anak bahkan sampai menyebabkan kerusakan kepribadian dan mentalnya. "Pola pengasuhan yang baik adalah orang tua menghormati kebutuhan dan emosi anak mereka sebanyak anak menghormati orang tua. Ini juga penting bagi orang tua untuk mendorong pengembangan diri anak. Mereka perlu mengajari anak untuk merasa baik tentang diri mereka sendiri," ujarnya.

    Bela menambahkan interaksi sosial pertama anak adalah dengan orang tua. Gaya interaksi yang digunakan akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap anak saat ia dewasa. Berikut ini beberapa gaya pengasuhan dan efeknya pada anak-anak: 

    1. Overprotektif 
    Seorang anak yang tumbuh di bawah pola pengasuhan orang tua overprotektif akan menghadapi masalah berat saat dewasa. Jika Anda tidak membiarkan dia mandiri, mereka akan tumbuh menjadi orang yang tergantung, lemah, dan mencari bantuan untuk hal-hal sepele. Tipe pola pengasuhan seperti ini membuat anak menjadi manja dan sulit mandiri 

    Tip: Perilaku overprotektif dapat membatasi kecerdasan emosional anak. Beri mereka kesempatan untuk menjelajahi dunia tanpa khawatir akan rintangan yang ada.

    2. Penuh curiga
    Wajar jika orang tua mudah curiga pada kondisi anak. Hal ini menghindari anak terlibat dalam masalah yang buruk. Tetapi bersikap berlebihan dapat menghambat naluri kepercayaan mereka. Anak itu kemudian akan panik saat melihat panggilan atau pesan Anda. 

    Tipe pengasuhan seperti ini bisa membuat anak menjadi pembohong karena ingin membuat Anda tenang. Mereka juga akan mudah ketakutan dan curiga kepada orang lain yang pada akhirnya kepercayaan dirinya menjadi sangat rendah.

    Tip: Jika mempunyai prasangka yang berlebihan terhadap anak, bicara jujur dengan mereka dan carilah solusi. Misalnya, mereka dapat menghubungi Anda setiap kali mereka sampai di rumah teman mereka, bukan sebaliknya.

    3. Abusive 
    Menggunakan kekerasan emosional atau fisik dapat melukai kehidupan anak, baik secara fisik maupun mental. Orang tua yang kejam secara permanen merusak perkembangan kognitif, sehingga anak rendah diri dan kepercayaan dirinya rendah. Tipe pengasuhan seperti ini bisa membuat anak tumbuh menjadi kepribadian ekstrim: menjadi pemberontak.

    Tip: Intropeksi diri sendiri dan cari tahu kenapa Anda mudah sekali marah. Temukan solusi agar Anda tak lagi kehilangan kendali saat berhadapan dengan anak.

    4. Pemaksa
    Orang tua yang memaksa anak-anak mereka untuk menjadi pemenang di semua hal sama dengan menempatkan mereka di bawah tekanan yang ekstrim. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan saraf atau bahkan kecenderungan bunuh diri. Orang tua seperti ini sulit untuk mencerna kegagalan dan mereka menghancurkan kepribadian anak.

    Tipe pengasuhan seperti ini akan membuat anak berusaha untuk menyesuaikan diri dengan harapan orang lain -yang bila tidak terpenuhi, akan menciptakan perasaan tidak berharga.

    Tip: Berbagi perasaan positif dengan anak, selalu mendorong anak walaupun ia tidak memenangkan kompetisi.

    BISNIS

    Berita lainnya:

    6 Tipe Pola Asuh Ibu Zaman Modern
    Pola Asuh yang Cocok untuk Anak Masa Kini
    Pola Asuh Orang Tua agar Penyandang Disabilitas Mandiri


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.