Diet Ketogenik, Boleh Dicoba Tapi Perhatikan Efek Sampingnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com

    Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet ketogenik adalah pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Konon,makan ini bisa memangkas berat badan dan memiliki banyak manfaat buat kesehatan. Diet ini bahkan diklaim mampu mencegah diabetes, kanker, ayan, dan Alzheimer.

    Pola makan ini disebut baik buat mereka yang kelebihan berat badan, diabetes, atau ingin meningkatkan kesehatan metabolisme tapi kurang cocok buat atlet professional atau mereka yang ingin membentuk otot. Dan seperti diet lainnya, diet ketogenik juga hanya berjalan baik bila dijalani dengan konsisten untuk jangka waktu yang lama.

    Berkurangnya konsumsi karbohidrat menjadikan metabolisme dalam keadaan yang disebut ketosis. Ketika kondisi ini terjadi, tubuh justru lebih efisien dalam membakar lemak dan mengubahnya menjadi tenaga, dan mengubah lemak menjadi keton dalam liver, yang mengalirkan energi ke otak.

    Meski demikian, laman Authoritynutrition juga mengingatkan efek samping dari pola makan ini. Sebenarnya, diet ini aman buat mereka yang sehat. Hanya saja, tubuh tetap perlu beradaptasi dengan efek sampingnya yang disebut keto flu dan biasanya berlangsung selama beberapa hari.

    Gejala ketoflu adalah kurang tenaga dan fungsi mental, rasa lapar yang makin berat, masalah tidur, mual, tidak nyaman di perut, dan performa fisik yang menurun.

    Untuk mengurangi gejala tak enak tersebut, kita bisa mencoba diet rendah karbohidrat selama beberapa minggu dulu. Cara ini akan melatih tubuh untuk membakar kalori sebelum menghilangkan karbohidrat dari menu makan secara total.

    Diet ketogenik juga bisa mengubah keseimbangan air dan mineral dalam tubuh. Jadi, ada baiknya menambahkan garam pada makanan atau minum suplemen mineral untuk membantu mengatasinya.

    Untuk mineral, cobalah meminum 3.000-4.000 miligram sodium, 1.000 mg potasium, dan 300 mg magnesium untuk meminimalkan efek samping itu. Setidaknya, pada masa-masa awal diet, makan sampai kenyang itu tetap penting dan tak usah memikirkan untuk menghitung kalori. Diet ketogenik biasanya bisa memangkas berat badan tanpa perlu membatasi kalori.

    PIPIT

    Baca juga:
    7 Tanda Anda Terlalu Manjakan Suami
    Sudah Umur Belum Juga Nikah Pertanda Belum Punya 8 `Kuncian`
    10 Pekerjaan yang Paling Bikin Stres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.