Kiat Menjadi Ayah yang Baik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ayah dan anak. Shutterstock.com

    Ilustrasi ayah dan anak. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika Whitney Houston meninggal dunia, penyanyi Bobby Brown berusaha untuk kembali ke putri tercintanya, Bobbi Kristina Brown. Brown begitu terpukul dengan kematian Whitney dan ingin bisa menebus kesalahan untuk menjadi papa yang baik.

    Sayangnya, usaha keras Brown tidak mendapat respons positif dari Bobbi yang terlanjur kecewa dan sangat membenci papanya, yang dianggap sebagai pemicu kematian mamanya. Bahkan Bobbi tidak tahan menyandang nama Brown dan ingin melepasnya. "Saya adalah anak Houston. Sampai kapan pun saya akan menjadi bukan putri Brown," kata Bobbi ketika dimintai konfirmasi oleh beberapa media hiburan sebelum pemakaman mamanya.

    Menurut psikolog Anna Surti Ariani, sikap yang dilakukan Brown adalah salah satu contoh dari para suami dan ayah yang pernah terkena masalah dan berusaha ingin memperbaiki diri. "Biasanya kesadaran itu muncul meski badai sudah menghadang. Namun, in the name of love and family, para pria ini akan berjibaku mengembalikan peran mereka sebagai suami dan kepala keluarga," kata psikolog yang biasa disapa Nina ini.

    Dalam tekad dan semangat begini, Nina menerangkan fatherhood yang bermakna sangat penting, yaitu sosok ayah sangat berperan dan berpengaruh besar pada perkembangan mental seorang anak. Menurut dia, seorang ayah hendaknya selalu menjaga komunikasi dan interaksi yang sehat dalam sebuah keluarga. "Para ayah bisa saja melakukan kesalahan dan ada waktunya untuk memperbaiki diri karena bagaimanapun mereka menganggap istri dan anak-anak adalah segala-galanya," kata Nina.

    ADVERTISEMENT

    Nina mengatakan peran ayah bukan sekadar penyandang gelar kepala keluarga dalam sebuah rumah tangga, tetapi lebih dari itu, yakni memiliki peranan penting dalam tumbuh-kembang anak. "Saya menghormati keputusan mereka, para ayah, yang menyadari kesalahan dan bertekad being good father," ujarnya.

    Adapun Irwan Rinaldi, penulis dan konsultan masalah perkembangan anak serta pengasuhan keayahan, berpendapat peran dan sosok kehadiran ayah, bapak, atau papa di sebuah keluarga sangat penting.

    Menurut dia, di mata seorang anak, sosok ayah tidak kalah penting dibanding ibu. Kehadiran dan segala tindakan kecil yang dilakukan ayah pada saat yang tepat akan menjadikan nilai ayah di mata anak bertambah. "Di zaman sekarang fatherhood masih menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan dan kemajuan si buah hati," kata Irwan. "Sering orang berkata 'bagaimana ayahmu, maka aku akan tahu siapa engkau.' Pendapat ini menegaskan bahwa berartinya peran ayah terhadap si anak," ujarnya.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Inilah Bedanya Peran Ayah dan Ibu dalam Tumbuh-Kembang Anak
    Bermain dengan Ayah Bisa Hindarkan Anak dari Masalah Mental
    Cara Praktis Ayah Sukseskan Pemberian ASI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?