Tip Mengurangi Garam pada Menu Makan Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Burger dan kentang goreng. Dok.TEMPO/ Arnold Simanjuntak

    Ilustrasi Burger dan kentang goreng. Dok.TEMPO/ Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta -  Tanpa kita sadari konsumsi sodium pada anak cukup tinggi. Hampir di setiap menu makanan anak mengandung garam. Natrium diberikan sebagai penambah rasa pada makanan diberikan sejak anak-anak. Hal ini meningkatkan risiko kardiovaskular pada anak dikemudian hari.

    Seperti kita ketahui bahwa konsumsi garam berlebih menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatnya risiko kardiovaskular. Menurut penelitian dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics, kini anak-anak mengkonsumsi garam melebihi batas harian yang direkomendasikan. 

    "Mengurangi sodium merupakan kunci untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sesuai dengan penelitian terbaru sebagai salah satu upaya CDC untuk memantau asupan sodium," jelas peneliti utama Zerleen S. Quader, seorang analis data pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Divisi Penyakit Jantung dan Pencegahan Stroke. "Kita mengetahui bahwa hampir semua orang tanpa memandang usia, ras, dan jenis kelamin mengkonsumsi natrium lebih dari yang dianjurkan pola hidup sehat dan kelebihan asupan menjadi perhatian besar," katanya.

    Berdasarkan data dari 2011-2012 Kesehatan Nasional dan Survei Pemeriksaan Gizi (NHANES), peneliti CDC melihat kebiasaan makan 2142 anak-anak antara usia 6 -18 tahun. Mereka menemukan bahwa asupan natrium rata-rata untuk anak adalah 3.256 miligram per hari. Sedangkan asupan yang dianjurkan untuk anak 1.900 - 2.300 mg / hari tergantung usia.

    Hampir 90% dari anak-anak yang disurvei kelebihan natrium dari yang direkomendasikan untuk kelompok usia anak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 1 dari 9 anak usia 8-17 tahun memiliki tekanan darah yang tinggi hal ini meningkatkan risiko tekanan darah tinggi saat dewasa.

    Para peneliti menemukan bahwa 10 jenis makanan anak hampir 50 persen merupakan asupan natrium. Seperti pizza, sandwich termasuk burger, roti, sup, makanan ringan, keju, susu murni, dan unggas.

    Peneliti menemukan bahwa makanan beku mengandung 58 persen asupan sodium harian, makanan cepat saji / pizza mengandung 16 persen, dan makanan di kantin sekolah mengandung 10 persen kebutuhan sodium anak."Kecuali susu yang secara alami mengandung natrium, 10 kategori makanan mengandung asupan sodium yang tinggi. Natrium ditambahkan selama proses pengolahan atau persiapan," kata Quader. "Sodium dikonsumsi sepanjang hari dari berbagai makanan dan lokasi, maka penting untuk mengurangi asupan sodium dari makanan," kata dia.

    Hampir semua makanan anak terdapat garam. Peneliti memberikan beberapa tip penting bagi orang tua untuk mengurangi natrium dalam menu makan anak:
    Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran segar tanpa penambahan saus.
    Cek label nutrisi makanan anak. Perhatikan jumlah natrium per porsi. Jika kurang dari 140 mg per porsi dianggap rendah sodium.
    Pilih makanan sehat. Sebelum memesan makanan di tempat makan informasi kandungan nutrisi.

    Langkah awal bagi orang tua adalah menanamkan kebiasaan makan yang baik, kurangi konsumsi garam pada menu makan anak.

    MEDICALNEWSTODAY | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Cara Sederhana Seimbangkan Menu Makan Anak
    Hati-hati, Makanan Ini Mengandung Banyak Garam
    Takaran Konsumsi Garam yang Pas untuk Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.