Cara Mencegah Balita Tersedak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tersedak. guernseyfirstaid.com

    Ilustrasi anak tersedak. guernseyfirstaid.com

    TEMPO.COJakarta - Tersedak tidak hanya berbahaya bagi anak-anak, tapi juga orang dewasa. Tersedak pada anak dapat menyebabkan kematian. 

    Salah satu bukti, menurut Akademi Pediatri Amerika (AAP), tersedak merupakan salah satu penyebab kematian utama pada batita. Salah satunya yang terjadi pada Mirranda Grace Lawson, anak berusia 2 tahun yang meninggal akibat tersedak popcorn.

    Akibat kejadian tersebut, Mirranda mengalami kerusakan yang parah pada bagian otaknya, juga gagal ginjal. Menurut AAP, mulut balita dan kemampuan mengunyahnya yang masih berkembang belum mampu memproses makanan dengan bentuk tertentu. Balita belum mampu mencerna makanan tersebut, dan bongkahan makanan yang tidak dicerna dengan baik, akan tersangkut dan bisa menghambat saluran udara.

    Agar kejadian tersebut tidak kembali terulang, beberapa langkah pencegahan berikut ini bisa dilakukan, seperti dilansir laman Good Housekeeping.

    #Konsutasikan pada ahli atau orang yang paham tentang makanan jenis apa yang sebaiknya dikenalkan berdasarkan pada jenjang usia anak.
    #Hindari mengenalkan anak pada makanan yang berisiko, seperti anggur, popcorn, sepotong besar daging, keju, dan permen dengan tekstur yang keras.
    #Awasi anak ketika ia mengkonsumsi makanan. Jangan biasakan anak berjalan atau berlari dan potong makanan menjadi bentuk yang mudah dikunyah.
    #Periksa mainan anak, yang kemungkinan bisa meningkatkan risiko anak tersedak.
    #Pelajari cara melakukan resusitasi jantung paru atau pemberian napas buatan (CPR) dan pertolongan pertama jika anak tersedak.

    TABLOID BINTANG

    Berita lainnya:
    Kiat Melatih Anak Mengambil Keputusan
    Melatih Kemampuan Kognitif Anak
    Ibu Hamil Kurang Gizi, Anak Berisiko Alami Gangguan Jantung



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.