Psikolog: Dampak Gadget Berlaku hingga Anak Tumbuh Dewasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

    Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

    TEMPO.COJakarta - Anak yang sejak usia dini sudah kecanduan gadget tak hanya akan merasakan dampaknya pada usia mereka sekarang. Efek dari kecanduan gawai akan berpengaruh hingga mereka besar. Salah satu efek negatifnya adalah mereka tidak siap menjalani lika-liku kehidupan.

    Psikolog keluarga Astrid W.E.N. mengatakan dampaknya pada masa depan ada pada masalah kontrol diri, seperti adanya risiko anak memiliki sifat narsistik. Contohnya adalah selfie. Anak yang paham gadget akan lebih cepat sadar akan ekspresi wajah saat melakukan selfie. Namun kadang orang tua suka memaksakan anak harus menunjukkan wajah tersenyum saat selfie sehingga dipaksakan. “Seharusnya anak-anak dibiarkan memiliki ekspresi natural,” ucapnya di Jakarta, Kamis, 24 November 2016.

    Astrid menegaskan, dampak yang lebih jauh adalah kemampuan bersosialisasi yang kurang terasah sehingga mereka kesulitan berteman, merasa kesepian, bahkan berisiko mengalami depresi dan gangguan kecemasan. “Pada akhirnya anak tidak tumbuh menjadi orang-orang yang dapat merefleksikan dan mengekspresikan diri,” katanya.

    Selain itu, dia melanjutkan, tanda-tanda anak sudah berlebihan menggunakan gadget yang mengarah pada kecanduan, di antaranya lupa waktu, mudah marah saat permainannya diinterupsi, dan pekerjaan rumahnya terbengkalai atau tidak selesai. Yang terparah, anak akan menarik diri dari lingkungan dan sering bermain gadget secara sembunyi-sembunyi.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Mencuci Telur Sebelum Disimpan Ternyata Keliru, Kenapa?
    5 Kegiatan Produktif Selama Perjalanan ke Kantor
    Bahan Kimia Berbahaya Kosmetik Bisa Sebabkan Menopause Dini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.