Pentingnya Ibu Hamil Menghindari Stres

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita hamil yang bersedih. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita hamil yang bersedih. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Stres pada masa kehamilan dapat menyebabkan autisme pada janin, merusak kemampuan kognitif dan belajar anak. Tentunya, sebagian besar dari kita mengetahui bahwa stres berdampak buruk pada kehamilan. Secara alami, stres pada masa kehamilan berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya. 

    Pada dasarnya, stres itu sendiri merupakan kecemasan ibu hamil maupun keluarganya. Kecemasan akan adanya komplikasi kesehatan, takut nyeri persalinan, khawatir tentang tanggung jawab perawatan bayi, bahkan perubahan fisik ibu hamil dapat membuat stres. 

    Tingkat stres yang tinggi pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan lain sebagainya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Autism Research menunjukkan bahwa stres pada ibu hamil dapat menyebabkan autisme pada janin. 
     
    Bagaimana stres selama masa kehamilan menyebabkan autisme pada anak? Peneliti melakukan pengamatan terhadap sekelompok ibu muda yang baru melahirkan. Responden adalah ibu dengan anak penderita autis. Responden juga mengalami stres selama kehamilan mereka.

    Menurut penelitian David T. Beversdorf, peneliti Departemen Radiologi Universitas Missouri di Kolombia, Amerika, gen spesifik dan interaksi lingkungan mempengaruhi risiko autism spectrum disorder (ASD) dan menyatakan pentingnya kesehatan mental selama kehamilan. 

    Para peneliti berpendapat, pada ibu hamil yang mengalami stres, ditemukan gen 5-HTTLPR yang lebih tinggi. Gen ini diketahui berperan memicu autisme pada beberapa anak. Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang membuat penderita sulit berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Pada autisme, beberapa wilayah otak gagal bekerja sama. 

    Orang tua menyadari bahwa anak mereka belum mulai bicara dan tidak bertingkah laku seperti anak-anak lain seusianya. Autisme dapat dilihat dari beberapa gejala, seperti kesulitan komunikasi, interaksi sosial yang tidak pantas, perilaku kompulsif, menyakiti diri sendiri, lebih suka bermain sendiri, dan tidak membuat kontak mata dengan orang lain.

    Para peneliti memberikan saran bagi para ibu hamil untuk menjaga diri, santai, dan menghindari stres selama kehamilan agar melahirkan anak yang sehat.

    MEDSCAPE | DINA ANDRIANI 

    Berita lainnya:
    Pentingnya Kalium Selama Kehamilan 
    Dampak Flu pada Ibu Hamil bisa Membahayakan Janin 
    7 Kesalahan Ibu Hamil di Masa Kehamilan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.