Kopi Bagus untuk Kulit dan Tubuh, kecuali Rambut, Apa Sebabnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum kopi. Shutterstock

    Ilustrasi minum kopi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kopi tidak hanya nikmat dikonsumsi, tapi juga berkhasiat untuk wajah dan tubuh. Kandungan kafein didalamnya dapat membantu mengurangi selulit, menyamarkan bengkak di bawah mata, serta mengencangkan kulit.

    Kopi juga menjadi salah satu bahan favorit untuk scrubbing karena mudah didapatkan dan khasiatnya cepat dirasakan dibandingkan dengan bahan-bahan lain. Tapi, sebaiknya tidak menggunakan kopi untuk mewarnai rambut dengan alasan berikut ini:

    - Menambah beban di bagian bawah rambut
    Menggunakan kopi dapat membuat rambut lebih berat di bagian bawah sehingga terlihat lepek. Tentu pada akhirnya akan membuat terlihat kusam.

    - Membuat rambut lengket
    Kopi memiliki tekstur lengket dan kemungkinan akan tertinggal, bahkan setelah mencuci rambut. Anda tentu tidak ingin rambut menjadi lebih lengket dan berantakan setelah dicuci secara menyeluruh.

    - Membuat rambut kusam
    Warna coklat mungkin paling aman untuk mewarnai rambut. Tapi sebenarnya berharap kopi dapat membuat rambut menjadi berwarna coklat, justru akan membuatnya terlihat kusam.

    - Sulit dibersihkan
    Sangat sulit membersihkan kopi dari rambut dan cara ini menyita banyak waktu. Jadi, Anda harus mempunyai waktu esktra dan kesabaran jika menggunakan kopi sebagai pewarna rambut.

    - Pemicu uban
    Kopi umumnya meningkatkan kortisol yang merupakan hormon stress. Akibatnya dapat menyebabkan munculnya uban.

    - Rambut rontok
    Masih hormon yang sama, kortisol juga dapat menyebabkan rambut rontok berlebihan jika digunakan beberapa kali.

    BOLDSKY | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    Etika Izin Sakit, Perhatikan 5 Pertimbangannya
    Segera Turunkan Berat Badan Agar Kanker Menjauh
    10 Tanda Anda Hanya Jadi yang Kedua bagi Pasangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.