Alasan Bayi Tak Doyan Makan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menyuapi bayi. Dailymail.co.uk

    Ilustrasi menyuapi bayi. Dailymail.co.uk

    TEMPO.COJakarta - Makanan pendamping perlu diberikan sevariatif mungkin agar perbendaharaan rasanya meningkat. Jadi, saat anak sudah 1 tahun, dia bisa mulai makan makanan yang dikonsumsi keluarga.

    Namun banyak hambatan yang membuat anak jadi tak doyan makan. Menurut dokter spesialis anak serta konsultan nutrisi dan penyakit metabolik, Damayanti Rusli Sjarif, salah satunya adalah para ibu enggan memasukkan gula dan garam pada makanan pendamping anak. Padahal anak sudah mengenali rasa sejak dalam kandungan.

    Penelitian di Amerika Serikat pada 2007 membuktikan apa yang dimakan ibu akan dirasakan anak melalui air ketuban. "Dalam penelitian itu, ibu yang akan melahirkan, jika diberi garlic (bawang putih) banyak-banyak, ternyata air ketubannya rasa garlic," katanya.

    Setelah dilahirkan, bayi tetap mengenali rasa melalui air susu ibu. Apa yang dimakan oleh ibu akan tersalurkan kepada bayi saat bayi menyusu. Dengan demikian, tak memberikan rasa pada makanan pendamping justru bisa jadi akan menyebabkan bayi tak doyan makan karena rasanya hambar.

    Menurut Damayanti, alasan lain gula dan garam juga harus diberikan adalah hal tersebut termasuk dalam kebutuhan perkembangan fisiknya. Hanya, kadarnya harus dibatasi. Takarannya jangan disamakan dengan orang tua.

    Makanan pendamping dan ASI, kata dia, diberikan dengan terjadwal, yakni tiap dua jam sekali. Anak harus dilatih duduk tenang saat diberi makan, jangan sambil jalan-jalan. Pemberian ASI atau makanan pendamping tersebut juga tak lebih dari setengah jam. Biasakan untuk menyetop susu atau makan anak ketika sudah melebihi waktu tersebut.

    Jangan khawatir anak akan kelaparan nanti karena dua jam lagi pun dia akan diberi makan atau susu kembali. Kalau anak meminta makanan sebelum waktunya pun, orang tua atau pengasuh wajib memberikan pengertian bahwa makanan akan diberikan sesuai dengan jamnya. "Bilang, 'Nanti ya, Dek, sebentar lagi'," ujarnya. Jika sudah waktunya, segera berikan makanan atau ASI kepada anak.

    Menurut Damayanti, penyesuaian waktu tersebut akan memberikan efek ikatan antara orang tua dan anak. Lama-lama, anak jadi merasa bahwa orang tuanya memahami kebutuhannya tanpa diminta. Dia jadi akan lebih nyaman dengan orang tuanya.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Begini Cara Cerdas Memberikan Makanan Pendamping ASI
    Alpokat, Makanan Pendamping ASI Terbaik
    Nutrisi dan Stimulasi yang Paling Penting bagi Otak Bayi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.