Mau Titip Jual Barang Preloved? Baca Kiat dari Perantara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tas Hermes yang terbuat dari kulit buaya albino. REUTERS

    Tas Hermes yang terbuat dari kulit buaya albino. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Jual beli barang mewah secondhand alias preloved, seperti tas, sepatu, dan aksesoris kian marak. Kini, sudah banyak gerai maupun toko online yang menjual barang-barang tersebut karena peminatnya juga makin bertambah.

    Private Barber

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi Anda yang ingin menitipkan barang mewah yang sudah tak lagi terpakai untuk dijual. Menurut Lia Kurtz, pemilik toko Sparkling Society yang menjual barang mewah preloved, seperti tas Hermes, Chanel, dan Louis Vuitton, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah kelengkapan barang. "Semakin lengkap barangnya, semakin mahal harganya," katanya saat ditemui di Kuningan City, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Oktober 2016.

    Kelengkapan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang melekat pada barang seperti saat membeli, contohnya kotak pembungkus dan paper bag. Tapi tentu, pemilik toko penjual barang preloved tahu setiap barang punya kelengkapan yang berbeda. "Misalnya pada saat dijual tasnya enggak pakai dust bag, tentu saya tak akan meminta pemilik memiliki dust bag," katanya.

    Selain kelengkapan, kata Lia, perawatan barang juga penting. Semakin terawat barang, harganya jualnya juga makin tinggi. Kalau perawatannya jorok, misalnya disimpan di tempat yang lembap sehingga berjamur atau disimpan dengan cara menumpuk sehingga bentuknya tak beraturan, maka harga jualnya merosot. "Tapi kalau nyimpennya bagus, ya tasnya jadi bagus, harganya bagus," ujarnya.

    NUR ALFIYAH

    Artikel terkait:
    Miss Jinjing: Kalau Bisa Second, Ngapain Beli yang Baru  
    Berapa Harga yang Pantas untuk Sebuah Tas Mewah Preloved? 
    Jepang, Negara Pilihan Miss Jinjing Belanja Barang Preloved


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.