Menghadapi Bos Lebih Muda atau Seusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.COJakarta - Mungkin banyak di antara kita yang memiliki bos dengan umur sebaya atau bahkan lebih muda. Urusan komunikasi dengan bos seperti ini mungkin tidak ada masalah. Hanya, tak jarang ada persoalan dalam cara kita memandang sang bos karena lebih menganggapnya sebagai teman atau bahkan yunior.

    #JaketJokowi, Tunggu Stok

    Coba perhatikan daftar yang diberikan India Times berikut ini dan itulah yang harus Anda lakukan dalam menghadapi bos yang seusia atau lebih muda.

    - Dia bukan teman, tapi bos
    Meski beda usia tak jauh, tetap saja ia bos kita, bukan teman, dan kita sering melupakan hal itu.

    - Belajar darinya
    Pasti ada alasan dia menjadi atasan karena banyak yang telah dicapai pada usia sangat muda. Kita harus menghormati itu dan banyak belajar darinya.

    - Hargai perspektifnya
    Perspektif bos mungkin jauh berbeda dari kita. Namun kita perlu mempresentasikan perspektif kita dan mencari jalan tengah dengan si bos.

    - Jangan berbohong kepadanya
    Meski masih muda, bukan berarti atasan itu bisa dengan mudah dikelabui. Jadi jangan mencoba berbohong kepadanya karena ia pasti akan mengetahui. Misalnya, membolos dengan alasan nenek meninggal atau orang tua sakit.

    - Nikmati bergaul dengannya
    Tak ada salahnya bergaul dengan bos di luar kantor, tapi batasi hanya pada acara-acara sosial atau keperluan kantor.

    - Cobalah berdiskusi
    Atasan siap mendengarkan pendapat anak buahnya kapan pun dia ada waktu. Kita bisa mendiskusikan apa pun dengannya, tapi berusahalah untuk menghormati jawabannya, meski tidak masuk di hati dan logika kita.

    - Jangan bersikap terlalu formal
    Umur bos belum 60 tahun, jadi tak perlu bersikap terlalu formal kepadanya. Tak perlu memanggilnya dengan sebutan “pak” atau “bu” dan berbicara dengan nada lembut.

    - Bangga pada diri sendiri
    Mungkin bos tak tahu apa yang ia mau, tapi juga paham apa yang tidak dia inginkan. Untuk menghindari pergesekan dengannya, cobalah kita bangga kepada diri sendiri dan apa yang kita lakukan.

    - Berusaha beradaptasi
    Gaya kerja bos mungkin berbeda dengan atasan sebelumnya. Kita harus bisa beradaptasi dengan perubahan itu dan jangan terpaku dengan gaya lama karena hanya akan memantik perselisihan dengannya.

    - Tak perlu cari muka
    Tak usah mencari muka kepada bos agar dijadikan karyawan kesayangan. Dia hanya menghargai apa yang memang pantas kita dapatkan. Jadi buat ia senang dengan bekerja yang baik.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    9 Pelajaran Hidup dari Kendall Jenner
    Perilaku yang Bikin Kamu Tidak Menarik Lagi
    Waspadai 5 Bahaya dari Penggunaan Aplikasi Kencan Online


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.