Cara Sederhana Seimbangkan Menu Makan Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi junk food. Dok. TEMPO/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi junk food. Dok. TEMPO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar nutrisi Sari Sunda Bulan AMG menekankan kepada orang tua agar mempelajari dan membiasakan membaca kandungan nutrisi pada kemasan makanan anak. Biasakan melihat jumlah kandungan gula dan garamnya. Pada kemasan makanan, garam biasa disebut natrium atau natrium klorida.

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, asupan maksimal harian garam adalah 6 gram, gula 50 gram, dan kalori rata-rata 1.200 kilo kalori. “Jika anak sudah memakan makanan yang manis, imbangi dengan meminum air putih, jangan lagi memilih minuman manis,” urai Sari.

    Untuk menghindari kelebihan minyak, kombinasikan teknik memasak. “Jika sudah ada ayam goreng, jangan dampingi dengan kentang goreng. Pilihlah salad atau kentang rebus agar seimbang,” imbuh Sari.

    Tingginya asupan gula, garam, dan minyak, bukan hanya menyebabkan kalori berlebihan bagi tubuh, namun merembet ke masalah kesehatan seperti ginjal, penyempitan pembuluh darah, gangguan gula darah, gangguan liver, tumbuhnya sel kanker, dan obesitas.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Takaran Konsumsi Garam yang Pas untuk Anak
    Sstt, Anak Kecil Tak Perlu Konsumsi Gula Berlebih
    Hati-hati, Makanan Ini Mengandung Banyak Garam 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.