Yang Harus Diketahui Sebelum Menjalani Tes DNA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi DNA. Forbes.com

    Ilustrasi DNA. Forbes.com

    TEMPO.COJakarta - Apakah tes DNA dapat dipalsukan seperti yang sering kita jumpai dalam film dan drama seri televisi? Wakil Kepala Laboratorium DNA Forensik Loa Helena Suryadi, MD, MS, dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, memberikan jawaban.

    Hamil Rentan Tersasar

    “Itu bergantung pada di mana Anda menjalani tes. Kalau menjalani tes di institusi yang tepercaya, hasilnya akan sah, benar, dan meyakinkan. Anda mungkin bisa menjalani tes di institusi lain, lalu sampel yang didapat dikirim ke luar negeri. Soal dipalsukan itu tergantung orang atau pihaknya,” katanya.

    Yang jelas, ruang untuk menjalani tes DNA sangat steril. Tingkat keamanannya superketat. Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke ruangan itu dengan sensor sidik jari. Tujuannya, agar tidak semua orang bisa masuk dan mengutak-atik sampel yang akan diteliti.

    Hasil tes DNA akan selesai dalam 12 hari kerja, terhitung dari tanggal diterimanya sampel. Berikut ini hal lain yang patut diketahui tentang tes DNA.

    - Tak ada persiapan khusus sebelum menjalani tes DNA. Alkohol, obat yang dikonsumsi menjelang tes, dan gaya hidup tidak akan mengubah pola DNA seseorang.

    - Tidak ada batasan umur. Tes dapat dilakukan pada janin bahkan orang-orang yang sudah meninggal sekalipun.

    - Persyaratan yang harus dipenuhi sebelum menjalani tes adalah menyerahkan fotokopi kartu identitas diri (KTP atau paspor), akta atau surat keterangan lahir anak, dan foto-foto individu yang akan menjalani pemeriksaan. Selain itu, pengguna jasa tes DNA wajib menandatangani surat pernyataan persetujuan di atas meterai.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain: 
    6 Tanda Anda Kecanduan Kopi 
    Manfaat Taoge untuk Ibu HamilWanita Hamil Lebih Mudah Tersasar, Apa Penyebabnya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.