Koleksi Iwet Ramadhan Buat Penyintas Kanker di JFW 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iwet Ramadhan bersama Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyono, Ketua Yayasan Kanker Indonesia, dan Country Manager Mundipharma Mada Shinta Dewi dalam humpa wartawan Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City, Jakarta, Ahad, 23 Oktober 2016. TEMPO/

    Iwet Ramadhan bersama Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyono, Ketua Yayasan Kanker Indonesia, dan Country Manager Mundipharma Mada Shinta Dewi dalam humpa wartawan Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City, Jakarta, Ahad, 23 Oktober 2016. TEMPO/

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyiar radio sekaligus pemilik label busana batik TikShirt Iwet Ramadhan turut berpartisipasi dalam pergelaran peragaan busana Jakarta Fashion Week 2017 yang berlangsung pada 22-28 Oktober 2016 di Senayan City, Jakarta. Iwet menyuguhkan koleksi 30 looks dan 70 item yang siap dipamerkan kepada khalayak. Kali ini, suguhannya lebih menarik. Iwet mempersembahkan koleksinya khusus untuk perempuan penderita kanker di Tanah Air.

    "Sebab, di Indonesia, musuh perempuan adalah kanker payudara dan serviks. Ketika mengidap penyakit tersebut, kepercayaan diri para perempuan seperti diambil. Saya ingin memberi dukungan kepada mereka," kata Iwet kepada wartawan dalam Fashion Tent Jakarta Fashion Week, Minggu, 23 Oktober 2016.

    Dalam motif rancangannya kali ini, Iwet menggubah busana dengan daun ginkgo yang dikenal sebagai tanaman obat-obatan, khususnya untuk para penderita kanker. Tanaman tersebut berasal dari Negeri Sakura, Jepang. Untuk menambah kesan elok, aktor yang berlaga dalam film Arisan 2 itu, memadukannya dengan batik klasik bermotif parang.

    "Saya berpikir membikin koleksi yang humble, jauh dari manik-manik, swarovski, dan sebagainya," tuturnya. Kesan sederhana ini dimunculkan lantaran ia merasa perempuan tak perlu tampil megah agar terlihat menawan. Karena itu, Iwak mengangkat rona tanah yang punya warna tak mencolok.

    Iwet tak tampil solo dalam menggelar peragaan busana bertajuk "I'm Still a Women" ini. Yayasan Kanker Indonesia dan PT Mundipharma Healthcare Indonesia pun turut terlibat. Selain itu, beberapa penyintas dan publik figur yang peduli terhadap kanker ikut memperagakan koleksi busana yang dipamerkan di panggung pertunjukan. Mereka adalah Triesna Jero Wacik, Sandy Yusuf, Marcella Zalianty, Rima Melati, Moza Paramita, dan Ayu Rosan.

    Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyono tertarik menggandeng tokoh-tokoh yang punya kepedulian khusus terhadap kanker untuk ikut mengampanyekan aksi memerangi penyakit mematikan tersebut. "Sebab, kanker enggak bisa berperang sendiri-sendiri," ucapnya. Sementara itu, Country Manager Mundipharma Mada Shinta Dewi mengatakan keindahan karya busana yang disajikan Iwet adalah gambaran dari pesona kekuatan perempuan pejuang kanker. "Ini kombinasi yang patut diapresiasi," katanya.

    FRANCISCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara