Mengetahui Kaitan Tes DNA dan Pertalian Darah Seseorang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Henry Romero

    REUTERS/Henry Romero

    TEMPO.CO, Jakarta - Belakangan ini, tes DNA marak dilakukan oleh kalangan pesohor. Sejumlah kasus yang menimpa selebritas seperti Mario Teguh dan Gatot Brajamusti dianggap dapat selesai hanya dengan tes DNA.

    Lantas seberapa akurat hasil dari tes DNA itu sendiri? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita harus mengetahui lebih dulu definisi dan metode tes DNA.

    DNA merupakan singkatan dari Deoxyribo Nucleic Acid, sebuah asam nukleat yang memiliki informasi tentang materi genetik. DNA terletak di dalam inti sel dan mitokondria dalam tubuh manusia.

    Karena memiliki informasi tentang materi genetik, DNA dapat menentukan ciri khusus dalam penampilan manusia, contohnya warna kulit dan jenis rambut seseorang.

    DNA kemudian membentuk suatu untaian yang disebut kromosom. Kromosom dalam diri seseorang terdiri dari campuran kromosom ayah dan ibunya. Ini yang menjadi dasar kemiripan seseorang dengan kedua orang tuanya.

    Tes DNA pun menjadi pilihan utama untuk menentukan hubungan darah seseorang. Ada berbagai macam metode tes DNA untuk kepentingan berbeda, salah satunya adalah tes paternitas dan maternitas untuk mengetahui apakah kita adalah ayah atau ibu kandung seseorang.

    Metode tes DNA sebagian besar dilakukan melalui pengambilan sampel darah atau jaringan. Namun, tes DNA juga bisa dilakukan dengan sampel yang terdapat di bagian tubuh lain seperti air liur. Sampel ini kemudian diuji di laboratorium dan dilihat kemiripan pola DNA antara anak dan orang tua.

    Butuh waktu beberapa hari bahkan minggu untuk mengetahui hasil tes DNA tersebut. Kembali lagi ke pertanyaan utama, seberapa akurat hasil tes DNA tersebut?

    Tes DNA menawarkan akurasi 99.99 persen. Akurasi tersebut umumnya bisa dilihat dari kemiripan pola DNA antara dua orang di lebih dari 15 lokasi genom manusia (pasangan kromosom).

    Semakin banyak lokasi yang diuji, semakin akurat tes DNA seseorang. Ini berarti jika kita memiliki banyak kemiripan pola DNA di lokasi berbeda dengan seseorang, besar kemungkinan bahwa kita adalah ayah, ibu, atau anak orang tersebut.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain: 
    Memijat Bayi dengan Minyak Bisa Sebabkan Eksim
    Makanan Sahabat Jantung Sehat Versi Ahli Gizi
    Mendeteksi Penyakit dari Feses


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.