Cokelat Esthechoc dengan Segudang Manfaat untuk Kecantikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi butiran coklat hitam atau choco chips. shutterstock.com

    Ilustrasi butiran coklat hitam atau choco chips. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Cokelat ternyata tak hanya enak dimakan. Penelitian yang dilakukan Cambridge University menemukan bahwa cokelat dianggap sangat bermanfaat bagi kecantikan. Cokelat diklaim dapat meningkatkan antioksidan dan sirkulasi darah untuk mencegah garis-garis halus, serta membuat kulit terlihat halus dan awet muda. 

    Cokelat yang diberi nama Esthechoc ini mengandung jumlah antioksidan astaxanthin yang sama dengan yang terkandung pada ikan salmon Alaska. Cokelat jenis ini juga mengandung polifenol yang sama dalam 100 gram cokelat hitam. Dengan memakan cokelat sebesar 7,5 gram ini dapat mengubah kulit dasar usia 50-60 tahun menjadi kulit usia 20 atau 30-an.
     
    Pengujian menunjukkan, setelah mengkonsumsi cokelat itu setiap hari selama empat minggu, terbukti peradangan di dalam darah berkurang, meningkatkan suplai darah ke jaringan kulit, serta meningkatkan fisiologi kulit. 

    “Kami menggunakan antioksidan yang sama pada warna emas ikan mas dan warna pink pada flamingo,” ujar penemu cokelat Esthechoc, Ivan Petyaev. "Orang-orang yang memakannya mengklaim bahwa kulit mereka lebih baik dan kita dapat melihat produk ini bekerja untuk memperlambat penuaan."

    Setiap batang cokelat yang mengandung 38 kilo kalori tersebut juga diklaim aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Di Inggris, cokelat ini mulai resmi diluncurkan pada Food Innovation Summit Global bulan depan.
     
    Namun para ahli kesehatan mengingatkan agar berhati-hati mengkonsumsi cokelat tersebut. Naveed Sattar, profesor metabolic medicine di Universitas Glasgow, mengatakan diperlukan uji klinis yang lebih kuat untuk memvalidasi hasil uji klinis yang sudah dilakukan sebelumnya. "Terlalu banyak makan cokelat berarti akan memakan lebih banyak kalori, yang berarti bisa menyebabkan obesitas,” kata Sattar.

    Ahli gizi di University College London, George Grimble, juga memperingatkan bahwa uji coba sebelumnya menunjukkan astaxanthin bekerja lebih baik bila diterapkan secara langsung pada wajah daripada dikonsumsi. “Perlu ada uji klinis lebih lanjut untuk menunjukkan bahwa astaxanthin terbukti memiliki efek antioksidan dan toksisitas rendah,” tuturnya.

    TELEGRAPH | NIA PRATIWI

    Baca juga:
    Merias Wajah dalam 7 Menit ala Wulan Guritno
    Makanan Organik Ada, kalau Produk Kecantikan Organik?
    Mau Punya Wajah Putih Mulus Ala Artis Korea? Ini Rahasianya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.