Jangan Menunggu Sakit untuk Cek Darah di Laboratorium  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sagennext.com

    sagennext.com

    TEMPO.COJakarta - Pemeriksaan darah tidak harus menunggu sampai kita jatuh sakit. Saat merasa dalam keadaan sehat pun, pemeriksaan darah bisa dilakukan.

    Menurut dokter Rekian Nurul S., costumer service doctor for Prodia Kampung Melayu, pemeriksaan darah di laboratorium bisa saja kita ajukan sendiri tanpa perlu rekomendasi dari dokter.

    “Dirasakannya gejala-gejala penting bagi pasien dalam melakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Namun tidak harus selalu seperti itu,” ujar Rekian. Ada kalanya pemeriksaan darah dilakukan semata untuk memastikan kondisi kesehatan tubuh.

    Berikut ini 10 waktu kita sebaiknya secara mandiri melakukan pemeriksaan darah di laboratorium.

    1. Demam terus-menerus selama lebih dari tiga hari.

    2. Nyeri pada bagian tubuh tertentu yang cenderung menetap, seperti nyeri sendi, nyeri kepala, dan nyeri abdomen.

    3. Sakit kepala yang tidak tertahankan.

    4. Pasien dengan riwayat penyakit keluarga, di antaranya diabetes melitus, hipertensi, jantung, kanker, penyakit metabolik, dan tiroid.

    5. Keluhan pada kulit dan kelamin.

    6. Diare dan muntah-muntah, terutama pada anak-anak.

    7. Ibu hamil.  

    8. Premarital atau persiapan sebelum menikah.

    9. Saat merasakan gejala-gejala alergi yang tidak biasa.

    10. Demensia pada pasien lanjut usia, seperti alzheimer.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    6 Cara Agar Meja Belajar Anak Selalu Rapi 
    Lupakan Air Lemon, Minuman Ini Lebih Efektif Turunkan Berat 
    Mari Membakar Kalori dengan Berjalan Kaki, Mudah dan Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.