Bunda, Yuk Latih Kemampuan Berbicara Si Kecil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ayah dan Ibu bermain dengan anak. Shutterstock.com

    Ilustrasi Ayah dan Ibu bermain dengan anak. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Kemampuan berbicara setiap anak memang berbeda-beda. Namun perlu Anda ketahui bahwa 15-25 persen anak memiliki gangguan komunikasi yang menyebabkan telat bicara.

    Pada umumnya, anak laki-laki cenderung lebih telat bicara dibanding anak perempuan. Anak-anak dapat diberi label telat bicara jika mereka bicara kurang dari 10 kata pada usia 18-20 bulan atau kurang dari 50 kata pada usia 21-30 bulan.

    Untuk menghindari keterlambatan bicara pada anak, berikut ini beberapa tip yang bisa dilakukan orang tua.

    Ajak anak bicara sepanjang hari

    Ajak anak bicara sepanjang hari, misalnya saat mandi, mengganti popok, dan saat menyuapinya. Ciptakan suasana agar anak memperhatikan Anda, kemudian bicarakan tentang apa yang Anda lakukan. Contohnya, "Lihat, ibu membuka kulkas dan mengambil buah apel untukmu.”

    Bicara di atas kemampuan bicara anak

    Ketika Anda berbicara dengan anak, bicaralah satu tingkat di atas kemampuan anak. "Jika anak menggunakan tiga kata pada satu waktu, Anda harus menggunakan empat atau lima kata,” kata Diane Paul-Brown, PhD, Direktur Klinis American Speech-Language-Hearing Association (ASHA).

    "Tapi, pada saat yang sama, jangan membanjiri anak dengan kalimat yang sangat kompleks," ucapnya.

    Bicara dengan suara keibuan

    "Bayi lebih cepat meniru ketika orang tua bicara dengan irama tinggi dan riang,” ujar Marilyn Agin, dokter anak di New York City dan penulis The Late Talker: What to Do If Your Child Isn't Talking Yet.

    Bernyanyi

    Bernyanyilah untuk bayi. Anda juga dapat membacakannya buku cerita sejak usia dini.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Pentingnya Peran Keluarga untuk Antisipasi Masalah Kejiwaan
    Sesekali Ponsel Juga Perlu Dibersihka, Begini Caranya 
    Cara Pertolongan Pertama pada Penderita Gangguan Jiwa 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).