Ibu, Jangan Menakuti Anak dengan Kebohongan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com

    Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Tanpa disadari, kita mungkin pernah memberikan janji palsu atau hal yang mustahil dilakukan pada anak. Sebaiknya, jangan lakukan hal tersebut.

    Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, mengingatkan agar orang tua tidak mengancam anak-anak dengan hal yang mustahil. Misalnya saja saat anak tidak menghabiskan makanannya. Banyak orang tua justru mengancam akan memanggil dokter untuk menyuntik si anak.

    Jika ancaman yang diberikan orang tua tidak sesuai dengan kenyataan, kata Nina—sapaan akrab Anna—dan dokter tidak datang saat makanannya tidak habis, serta kejadian itu berulang kali terjadi, kepercayaan anak pada orang tua pun akan hilang.

    "Apa yang orang tua katakan kepada anak sebaiknya dilakukan dengan benar. Sebaliknya, jika diancam dengan hal yang mustahil, akan membuat anak tidak percaya kepada orang tua," ucap Nina dalam bincang-bincang #OrtuBelajar dari Komunitas Tiga Generasi dan Blibli.com di Jakarta.

    Untuk membangun kepercayaan anak kepada orang tua, menurut Nina, sebaiknya buat kesepakatan. Misalnya, jika anak makan tidak habis, katakan piringnya akan diangkat, dan anak tidak boleh melanjutkan makan lagi.

    "Bila anak menangis, cukup beri pemahaman dan tenangkan. Cara ini sudah bisa dilakukan pada anak usia dua tahun," kata Nina.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Deteksi 7 Gejala Penyakit Berat dan Anda Harus ke Dokter
    Jangan Ragu, Siapa Tahu Belahan Jiwa Ada di Dekatmu
    6 Warna Lipstik yang Sebaiknya Dihindari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.