Balita Harus Cukup Kebutuhan ASI dan MPASI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi tertidur. boredpanda.com

    Ilustrasi bayi tertidur. boredpanda.com

    TEMPO.COJakarta - Banyak orang tua cemas bila tiba saatnya anak mendapatkan makanan selain ASI. Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana kecukupan gizinya nanti? 

    Ahli gizi Titien Indah Saputri menjelaskan, semakin bertambah umur bayi, bertambah pula kebutuhan gizinya. “ASI hanya memenuhi kebutuhan gizi bayi sebesar 60 persen pada bayi usia 6-12 bulan,” katanya dalam acara Philips Avent New Parents Class di Jakarta, September 2016.

    Philips Avent New Parents Class merupakan program edukasi yang didesain untuk membekali para orang tua baru dengan pengetahuan dan praktek lengkap bagaimana mengurus bayi. Materi yang diberikan mulai dari manajemen laktasi, perawatan bayi, hingga pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) untuk menyambut kehadiran buah hati mereka.

    Berbicara tentang kecukupan gizi balita, Titien melanjutkan, harus mendapatkan perhatian semua pihak. Tidak hanya di Indonesia, masalah gizi bayi juga merupakan masalah global, terutama masalah gizi yang kerap terjadi pada bayi usia 0-24 bulan. Berdasarkan data WHO tahun 2011, sebanyak 45 persen kematian balita di seluruh dunia disebabkan malnutrisi. Sedangkan berdasarkan data Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, terdapat tiga masalah kesehatan gizi pada bayi, antara lain 12,1 persen kekurangan gizi; 28,1 persen anemia; dan 19,6 persen pertumbuhan bayi terhambat. 

    Selepas masa menyusui ASI penuh, kecukupan gizi bayi dan balita harus terjaga dengan baik. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Bayi dan Balita (AKG) 2013, bayi berusia 0-12 bulan memerlukan 550-650 kilo kalori energi, 10-16 gram protein, 34-36 gr lemak, serta 375 RE (retinol equivalents) vitamin A. Sedangkan kebutuhan air pada bayi usia 6-12 bulan adalah 130-135 militer per kilogram berat badan. 

    Nah, untuk memenuhi kecukupan gizi pada bayi di atas 6 bulan, diberikanlah MPASI. MPASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Makanan atau minuman itu harus mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. 

    Selain memenuhi kebutuhan gizi, tujuan pemberian dari MPASI antara lain,
    - memberikan zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikomotorik bayi yang optimal,
    - mendidik bayi supaya memiliki kebiasaan makan yang baik, dan
    - mengisi kesenjangan antara kebutuhan nutrisi total pada anak dan jumlah yang didapatkan dari ASI.

    DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Anak Ikut Ajang Pencarian Bakat, Dukungan Atau Eksploitasi?Cara Efektif agar Anak Menyukai Matematika
    Menjalin Kedekatan Orang Tua dan Anak Remajanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.