Kiat Menetralisir Makanan saat Wisata Kuliner  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wisata kuliner. shutterstock.com

    Ilustrasi wisata kuliner. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat berwisata kuliner, kita cenderung tidak mempunyai pantangan dalam menikmati santapan yang dihidangkan. Tak melihat nilai gizi dan keseimbangan gizi, yang penting makanan itu enak di lidah. Untuk mengatasi agar kesenangan menikmati wisata kuliner tidak menjadi pemicu timbulnya penyakit, umumnya orang menetralisir dengan mengkonsumsi sayur dan buah.

    Anak di Ajang Bakat, Dukungan Atau Eksploitasi?

    Pada dasarnya, hampir semua jenis sayuran dan buah mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk meningkatkan stamina tubuh serta memelihara kesehatan kita. Sayuran yang baik adalah tomat, brokoli, bayam, dan asparagus.

    Agar efektif, sebagian besar makanan sumber antioksidan sebaiknya dikonsumsi mentah-mentah. "Hanya sekitar 30 persen yang boleh dimasak, seperti ubi atau kentang," kata Budi Sutomo, ahli kuliner dan gizi.

    Tak perlu takut mengonsumsi makanan mentah, asalkan kebersihannya terjaga. Justru pada makanan mentah khasiat gizi tidak rusak atau berkurang. Makanan segar dalam bentuk jus bisa menjadi solusi untuk mudah dicerna dan masuk ke sistem darah dan kelenjar tubuh.

    Beragam penelitian mengungkapkan, senyawa polifenol jenis katekin dan teaflavin dalam teh berfungsi sebagai antioksidan dan menormalkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

    Nanas (Ananas comosus) kaya akan kandungan zat gizi. Khasiat buah nanas sangat beragam, kaya serat, antioksidan, dan fitokimia, seperti sirotonin, yang bisa mengatasi penuaan dini, mencegah serangan jantung, wasir, antistres, dan kanker. Selain itu, nanas kaya air dan kalium, yang bersifat diuretik sehingga dapat membuang kelebihan asupan garam dan purin dari tubuh.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Smoothie Pisang Oat yang Bikin Kenyang
    Minum Pakai Sedotan, Bikin Wajah Cepat Tua
    Resep Satai Ayam Saus Kacang dengan Salad Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.