Hati-hati Posting Soal Kehamilan di Media Sosial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supermodel Candice Swanepoel mengunggah foto kehamilan pertamanya di media sosial. Ia gemar memamerkan perkembangan kehamilannya sejak minggu ke-12. Instagram.com

    Supermodel Candice Swanepoel mengunggah foto kehamilan pertamanya di media sosial. Ia gemar memamerkan perkembangan kehamilannya sejak minggu ke-12. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial telah menjadi sarana untuk mengungkapkan hal apapun yang terjadi, juga tempat berbagi momen penting. Melalui akun pribadi media sosial, banyak orang yang kerap berbagi momen berharga, seperti kehamilan. 

    Kehamilan merupakan momen yang sangat berharga bagi keluarga terutama pasangan suami istri yang menantikan kehadiran sang buah hati. Selama periode kehamilan, banyak calon ibu yang berbagi kebahagiaan dan informasi bermanfaat seputar kehamilan di media sosial.

    Adalah hal yang baik untuk berbagi informasi. Namun sebaiknya, jangan terlalu berlebihan berbagi momen ini dalam media sosial. Karena akun sosial media Anda dapat dilihat banyak orang, perhatikan rambu-rambu tentang hal yang sebaiknya tidak diunggah dalam akun media sosial seputar kehamilan.

    Berikut ini delapan hal yang jangan kita unggah di akun media sosial dilansir dari laman purewow.

    1. Hasil tes kehamilan 

    Tak perlu memperlihatkan foto hasil ultrasonografi (USG) ataupun tes positif kehamilan. 

    2. Ungkapan yang tak baik

    Awal masa kehamilan saat morning sickness melanda, jangan mengunggah foto ataupun ungkapan rasa yang tak menyenangkan. Orang lain yang belum merasakan kehamilan bisa menjadi trauma. Orang pun lelah membaca keluhan.
     
    3. Ungkapan kegembiraan yang berlebihan 
    Di satu sisi, boleh saja Anda berbagi kebahagiaan tentang kehamilan. Namun di sisi lain, bagi mereka yang mengalami infertilitas ataupun belum beruntung untuk menjalani masa kehamilan, unggahan Anda justru merupakan tamparan yang keras dan menyebalkan.

    4. Memperlihatkan perut 
    Maksud hati memperlihatkan perut yang mulai membuncit, tapi hindari memperlihatkan bagian tubuh pribadi karena khawatir disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. 

    5. Rencana kelahiran
    Rencana Anda tentang jadwal melahirkan adalah hal yang pribadi. Tidak semua orang yang terhubung dengan akun media sosial membutuhkannya. 

    6. Link tentang artikel kematian bayi
    Informasi tentang kematian bayi bisa membuat takut dan panik. Berbagilah informasi yang menyenangkan.

    7. Perbandingan ukuran perut ibu hamil dengan sayur
    Jangan membandingkan ukuran perut dengan ukuran buah ataupun sayur. Ini adalah hal yang tidak pantas. 

    8. Video persalinan
    Proses persalinan menimbulkan rasa sakit dan dapat membuat orang merasa ketakutan bahkan trauma melihatnya. Ini adalah konsumsi pribadi yang tak perlu diumbar di ruang publlik. 

    PUREWOW | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    6 Kegiatan Malam Hari yang Bisa Bikin Anda Tidur Nyenyak
    Mengunyah Makanan 32 Kali, Apa Manfaatnya?
    Merawat Telinga Ternyata Gampang-gampang Susah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).