Bekerja Terlalu Keras Berbahaya buat Kesehatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita pekerja bingung. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita pekerja bingung. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyelesaikan pekerjaan yang terlampau banyak tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Namun, untuk mencapai target memang diperlukan kerja keras agar pekerjaan dapat terselesaikan.

    Dalam sebuah penelitian mengungkapkan tentang hubungan durasi waktu kerja dengan risiko terkena penyakit jantung. Dilansir laman Cbsnews, para peneliti dari University College London menemukan kaitan antara waktu kerja dengan risiko terkena penyakit jantung.

    Tak hanya itu, dikatakan juga bahwa waktu kerja yang terlalu lama meningkatkan risiko terkena stroke. Mereka melibatkan sebanyak 600.000 orang dalam penelitian tersebut untuk dijadikan sumber data penelitian.

    Para peneliti mengungkapkan orang yang bekerja sekitar 55 jam dalam sepekan berpotensi terkena penyakit jantung sebesar 13 persen dan stroke sebesar 33 persen.

    Selain itu, mereka menambahkan bahwa ada faktor lain yang meningkatkan risiko penyakit berbahaya tersebut, seperti faktor usia, jenis kelamin, dan kondisi ekonomi.

    “Penelitian tersebut menemukan hubungan antara lama waktu kerja dengan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Kami mendasarkan penelitian kami ini dari penelitian sebelumnya yang membahas hal serupa,” jelas peneliti dari University College London, Mika Kivimaki.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain: 6 Cara Agar Pasangan Tidur Lelap

    6 Urusan Kecantikan yang Bikin Cowok Kesal Bukan Main

    10 Tanda Teman Pria Jatuh Cinta Pada Anda 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.