Ingin Lari Jarak Jauh, Pahami Dulu Kiat Berikut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lari atau jogging. Mike Powell/Getty Images

    Ilustrasi lari atau jogging. Mike Powell/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa tahun terakhir, lari jarak jauh menjadi fenomena. Tidak hanya di Ibu Kota, demam lari yang mematok jarak tempuh minimal 5 kilometer itu menjalar hingga keberbagai daerah.

    Tubuh yang tak biasa lari lalu dipaksa ikut lari melahirkan sejumlah risiko. Ada rekomendasi latihan yang patut diindahkan sebelum kaki Anda menempuh jarak berkilometer.

    Menurut Program and Development Manager Gold's Gym Indonesia, Nano Oerip, maraton masal memang tengah menjadi fenomena.Bagi para pemula atau yang belum pernah ikut maraton sama sekali, risiko cedera atau mengalami sakit di area paha dan lengan cukup tinggi.

    Karenanya, Nano merekomendasikan beberapa latihan yang bisa Anda coba sebelum terjun di lintasan sepanjang 5 kilometer atau lebih. Beberapa latihan ini bertujuan melenturkan kembali otot-otot tubuh dan menguatkan persendian.

    Jalan kaki
    Terdengar sepele. Namun, jalan kaki tiap hari dengan durasi tertentu memberi manfaat ganda. Bagi yang belum pernah lari jarak jauh, jalan kaki membiasakan tubuh menempuh jarak jauh dan dalam durasi lama. Bagi yang sudah biasa lari, jalan kaki adalah cross-training untuk meningkatkan performa sebelum lari jarak jauh.

    Jalan dikombinasikan dengan joging
    Joging adalah lari sesuai kemampuan dan memperhatikan batas kemampuan. Tidak tergantung jarak dan waktu. Tujuannya, membangun kebiasaan berlari.

    Joging dikombinasikan dengan lari
    Setelah tubuh berkenalan dengan aktivitas lari, barulah Anda masuk ke tahap berikutnya yakni joging dan lari dengan memperhatikan tempo, pacing, dan interval. Jika Anda latihan bersama pelatih pribadi, pada akhir minggu Anda bisa ikut komunitas lari sebagai pemanasan menuju maraton sesungguhnya. Lakukan selama empat pekan.

    Itulah tiga rekomendasi latihan yang bisa Anda lakukan selama 12 pekan sebelum bermaraton ria. Lari diyakini sebagai olahraga mudah, murah, dengan manfaat berlipat. Beberapa artikel kesehatan menyebut dengan berlari, kapasitas sirkulasi darah dan sistem pernapasan akan jauh lebih baik daripada Anda tidak olahraga sama sekali. Selain itu, stamina jantung menjadi lebih baik.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    6 Cara Agar Pasangan Tidur Lelap
    Victoria Beckham Terobsesi Bikin Make-up karena Ibu
    5 Ciri Pasangan Abusif, Segeralah Akhiri Hubungan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.